Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Apa yang akan terjadi jika seorang bayi lahir di luar angkasa?

(Dan Tri) - Kehamilan dan persalinan di luar angkasa masih menjadi tantangan besar bagi umat manusia, karena akan menghadapi serangkaian risiko yang membahayakan.

Báo Dân tríBáo Dân trí28/07/2025

Saat negara-negara terus maju dengan misi untuk mengirim manusia ke Mars dalam perjalanan yang berlangsung ratusan hari, sebuah pertanyaan penting diajukan: Bisakah manusia hamil dan melahirkan di lingkungan luar angkasa yang keras?

Perjalanan yang cukup lama untuk memperpanjang kehamilan berarti menghadapi serangkaian risiko biologis dan medis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Điều gì sẽ xảy ra nếu một em bé được sinh ngoài không gian? - 1

Melahirkan di luar angkasa, apa dampaknya pada janin (Foto: BBC News).

Mikrogravitasi: Perubahan pada tubuh ibu dan perkembangan janin

Bahkan di Bumi, kehamilan berisiko. Sekitar dua pertiga embrio gagal berkembang hingga lahir, seringkali karena kelainan genetik atau kegagalan menempel pada dinding rahim.

Risiko-risiko ini meningkat pesat di lingkungan luar angkasa, di mana gravitasi mendekati nol, cairan dan tubuh manusia terus-menerus mengambang, dan ada ancaman radiasi kosmik yang terus-menerus.

Mikrogravitasi memengaruhi hampir setiap fungsi biologis, mulai dari sirkulasi darah dan metabolisme sel hingga postur dan indra orientasi. Para ahli mengatakan bahwa pembuahan di luar angkasa bisa menjadi masalah karena sperma dan sel telur mungkin tidak bergerak, menyatu, atau menempel dengan baik tanpa adanya gravitasi.

Sekalipun embrio berhasil menempel di rahim, kehamilan tetap dapat berlanjut, tetapi melahirkan dan merawat bayi baru lahir akan menjadi tantangan besar.

Dalam kondisi gravitasi nol, mempertahankan posisi tetap hampir mustahil. Baik tubuh ibu maupun bayi akan mengapung. Cairan seperti darah, cairan ketuban, atau ASI tidak "mengalir" seperti biasanya, melainkan bergerak secara acak, menyebabkan kesulitan dalam persalinan, menyusui, dan kebersihan pascapersalinan.

Điều gì sẽ xảy ra nếu một em bé được sinh ngoài không gian? - 2

Umat ​​manusia belum siap untuk mengandung dan membesarkan anak di luar angkasa (Ilustrasi: Getty).

Namun, perlu dicatat bahwa janin sudah hidup dalam lingkungan "gravitasi nol semu" dalam cairan ketuban di dalam rahim, yang dapat membantu tubuh janin beradaptasi.

Namun setelah lahir, bayi membutuhkan gravitasi untuk mengembangkan refleks postural, seperti belajar mengangkat kepala, duduk, merangkak, dan berjalan. Tanpa "naik" atau "turun", otak mereka mungkin tidak memahami orientasi, yang menyebabkan gangguan gerakan atau kelainan perkembangan.

Radiasi kosmik: Ancaman yang senyap namun berbahaya

Selain gravitasi, radiasi kosmik merupakan salah satu bahaya terbesar di luar angkasa. Di Bumi, kita dilindungi oleh atmosfer dan medan magnet, tetapi di luar angkasa, manusia hampir terpapar partikel berenergi tinggi yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Ini adalah inti atom yang telah kehilangan semua elektronnya, dan mampu menembus jaringan tubuh dan menyebabkan kerusakan DNA.

Terutama pada bulan pertama kehamilan, ketika sel-sel membelah dan membentuk struktur tubuh, tabrakan acak sinar kosmik ke area sensitif dapat menyebabkan embrio berhenti berkembang, yang mengakibatkan keguguran, bahkan tanpa terdeteksi.

Meskipun kemungkinannya rendah, konsekuensinya besar.

Điều gì sẽ xảy ra nếu một em bé được sinh ngoài không gian? - 3

Radiasi kosmik dapat menembus jaringan tubuh dan merusak DNA (Foto: Getty).

Seiring pertumbuhan janin, sinar kosmik lebih mungkin mengenai rahim, menyebabkan kontraksi prematur dan persalinan yang tidak diinginkan. Di lingkungan dengan fasilitas medis terbatas, bayi prematur yang lahir di luar angkasa memiliki peluang hidup yang kecil.

Bahkan setelah lahir, risiko radiasi tetap ada. Bayi terus mengembangkan sistem sarafnya sepanjang tahun-tahun pertama kehidupannya. Paparan sinar kosmik dalam jangka panjang dapat sangat memengaruhi daya ingat, kognisi, dan perilaku, dengan konsekuensi kesehatan mental dan fisik jangka panjang.

Semua faktor ini menunjukkan bahwa kehamilan dan persalinan di luar angkasa merupakan kemungkinan teoritis, tetapi masih jauh dari kenyataan yang aman.

Agar hal itu terjadi, kita memerlukan teknologi perisai radiasi yang efektif, lingkungan yang mensimulasikan gravitasi untuk perkembangan anak yang tepat, dan sistem medis luar angkasa yang canggih untuk menangani segala komplikasi medis yang mungkin timbul.

Hingga hal itu tercapai, kehamilan di luar bumi kemungkinan akan tetap menjadi eksperimen berisiko tinggi, dan umat manusia belum siap untuk mengambil langkah berani seperti itu.

Sumber: https://dantri.com.vn/khoa-hoc/dieu-gi-se-xay-ra-neu-mot-em-be-duoc-sinh-ngoai-khong-gian-20250728070514741.htm


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk