Di musim panas, banyak keluarga Vietnam tak bisa melewatkan semangkuk sup bayam Malabar yang menyegarkan. Sayuran yang mudah ditanam dan dimakan ini tak hanya dikenal luas, tetapi juga dianggap sebagai "obat mujarab" yang membantu mendinginkan tubuh dan meredakan sembelit.
Bayam Malabar - sayuran populer yang kaya nutrisi
Bayam Malabar adalah sayuran berdaun hijau yang lezat dan populer di negara-negara tropis Asia. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 100 g bayam Malabar mengandung sekitar 19 kkal, 8000 IU vitamin A, 102 mg vitamin C, dan berbagai mineral seperti zat besi, kalsium, kalium, magnesium, dan serat larut.
Bayam Malabar istimewa karena kandungan mucilage-nya yang tinggi – polisakarida alami – yang membantu melembutkan lapisan lambung dan usus. Inilah sebabnya mengapa bayam Malabar sering direkomendasikan untuk mengatasi panas dalam, sembelit, atau gangguan pencernaan ringan.
Manfaat luar biasa dari penggunaan bayam Malabar secara teratur
Menurut PubMed, bayam Malabar memiliki banyak manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan benar. Serat dan lendir dalam sayuran ini membantu melancarkan buang air besar, mencegah sembelit, dan mengurangi risiko wasir. Bagi lansia dan anak-anak, sup bayam Malabar merupakan pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Bayam malabar memiliki banyak manfaat kesehatan (Foto: Getty).
Selain itu, tingginya kandungan vitamin A dalam bayam Malabar berperan penting dalam melindungi selaput lendir, penglihatan, dan kulit. Senyawa antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin membantu memperlambat proses degenerasi makula—penyebab umum kebutaan pada lansia.
Vitamin C dalam bayam Malabar juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh, membantu tubuh memproduksi sel darah putih, dan mendukung sintesis kolagen - faktor penting untuk menyembuhkan jaringan yang rusak dan menjaga kekencangan kulit.
Beberapa penelitian di Universitas Mahidol (Thailand) juga menunjukkan bahwa ekstrak bayam Malabar memiliki kemampuan untuk mengurangi kadar kolesterol "jahat" dalam darah dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah, sehingga berkontribusi terhadap pencegahan penyakit kardiovaskular.
Efek samping makan bayam Malabar terlalu banyak
Meskipun banyak manfaatnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi sayuran hijau dengan kandungan oksalat tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi fungsi ginjal. Bayam Malabar termasuk sayuran dengan kandungan oksalat yang signifikan - zat yang jika dikombinasikan dengan kalsium akan membentuk kristal dan menumpuk di ginjal.
Orang dengan riwayat batu ginjal, terutama batu kalsium oksalat, harus berhati-hati saat mengonsumsi bayam Malabar terlalu sering atau menggabungkannya dengan makanan kaya kalsium seperti susu. Selain itu, penderita kembung dan diare sebaiknya tidak mengonsumsi bayam Malabar mentah terlalu banyak karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Sebuah studi oleh Universitas Nasional Singapura juga memperingatkan bahwa makan terlalu banyak bayam Malabar dalam jangka waktu lama dapat mengurangi penyerapan zat besi dan kalsium karena adanya fitat - senyawa yang mencegah mineral mengikat ke dalam tubuh.
Bayam Malabar merupakan makanan yang baik, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari 3-4 kali seminggu, dan sebaiknya diselingi dengan sayuran lain seperti bayam, bayam amaranth, dan labu. Saat diolah, bayam sebaiknya direbus, dimasak dalam sup, atau ditumis untuk mengurangi kadar oksalat dan fitat, serta sebaiknya dikombinasikan dengan makanan kaya vitamin C seperti tomat, jeruk, dan lemon untuk meningkatkan penyerapan zat besi.
Untuk anak kecil, lansia, atau orang yang sedang dalam masa pemulihan, prioritaskan konsumsi bayam Malabar yang dimasak hingga matang. Penderita asam urat juga harus membatasi asupannya karena bayam Malabar dapat merangsang produksi purin—zat yang meningkatkan asam urat dalam darah.
Sumber: https://dantri.com.vn/suc-khoe/dieu-gi-xay-ra-khi-an-rau-mong-toi-hang-ngay-20250613085212204.htm
Komentar (0)