Dua lagi warisan budaya takbenda nasional
Dr. Phan Thanh Hai, Direktur Departemen Kebudayaan dan Olahraga Kota Hue, mengatakan bahwa Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata baru saja memutuskan untuk memasukkan Festival Beras Baru masyarakat Co Tu di tiga komune, yaitu Nam Dong, Long Quang, Khe Tre, dan "Pengetahuan Rakyat Bun Bo Hue" ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda Nasional.
Oleh karena itu, merayakan padi baru merupakan ritual pertanian yang khas, yang mencerminkan hubungan erat antara manusia, alam, dan dewa dalam kehidupan budaya suku Co Tu. Festival ini berlangsung setelah setiap musim panen, dengan makna ucapan syukur kepada para dewa, terutama dewa padi Giang Haro, atas panen yang melimpah dan kehidupan yang damai dan sejahtera bagi desa.
Festival beras baru masyarakat Co Tu.
Dilestarikan dan diwariskan turun-temurun, festival ini merupakan ciri khas siklus penanaman padi tradisional masyarakat Co Tu, dan juga merupakan kesempatan penting bagi masyarakat untuk berkumpul, bersenang-senang, dan memperkuat solidaritas.
Upacara ini dapat dilaksanakan dalam lingkup keluarga atau tingkat masyarakat seluruh desa, dengan kegiatan seperti pemujaan, pengorbanan, tari gong dan gendang, tari Padil Yayă, masakan tradisional dan dekorasi simbolis tiang pengorbanan Xônur.
"Pencantuman festival ini dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda Nasional menunjukkan rasa hormat dan pengakuan atas warisan budaya unik komunitas etnis minoritas Co Tu di Nam Dong, tanah yang kaya akan tradisi, yang memainkan peran penting dalam identitas budaya pegunungan Hue," ujar Dr. Phan Thanh Hai.
Pada tahun 2014, pakar kuliner terkenal Anthony Boudain memperkenalkan Bun Bo Hue di saluran televisi Amerika CNN sebagai "sup terlezat yang pernah saya cicipi".
Pada tahun 2016, hidangan ini dimasukkan dalam daftar 100 hidangan Asia paling berharga oleh Organisasi Rekor Asia.
Pada tahun 2023, Taste Atlas (situs kuliner internasional) menempatkan Hue pada peringkat ke-28 dari 100 kota dengan makanan terbaik di dunia, di mana Bun Bo Hue dianggap sebagai "makanan lezat Hue yang wajib dicoba saat datang ke sini".
Dimasukkannya "Pengetahuan Rakyat tentang Bun Bo Hue" dalam daftar tersebut merupakan pengakuan yang layak atas nilai sejarah, budaya, seni, dan ekonomi dari hidangan khas ini yang dijiwai dengan identitas ibu kota kuno.
Bun bo Hue bukan hanya hidangan yang terkenal baik di dalam maupun luar negeri, tetapi juga merupakan kristalisasi dari ratusan tahun pengetahuan rakyat yang diwariskan melalui banyak generasi.
Hidangan ini erat kaitannya dengan kehidupan keagamaan, kegiatan masyarakat, dan desa kerajinan tradisional seperti desa bihun Van Cu dan O Sa. Hidangan ini sangat mencerminkan jiwa, gaya hidup, dan budaya kuliner masyarakat Hue.
Kuah mie Hue.
Dr. Phan Thanh Hai menekankan bahwa melalui banyak pasang surut sejarah, pengetahuan rakyat tentang persiapan sup mie sapi Hue telah dilestarikan dan dipromosikan oleh masyarakat, khususnya para pengrajin kuliner.
"Dengan keahlian mereka yang canggih, mereka menjaga rahasia memasak sup mi sapi, mulai dari pemilihan bahan, cara merebus kaldu, bumbu hingga penyajiannya, yang turut menegaskan kelas dan jiwa hidangan istimewa ini," ujar Dr. Phan Thanh Hai.
Hue memiliki 8 warisan budaya takbenda nasional yang terdaftar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Olahraga Kota Hue mengatakan bahwa dengan adanya festival beras baru dari suku Co Tu dan "Pengetahuan Rakyat tentang Bun Bo Hue" yang baru saja didaftarkan, Hue kini memiliki total 8 warisan yang masuk dalam daftar warisan budaya takbenda nasional.
Sup mi daging sapi Hue. Foto: Dinh Hoang.
Sebelumnya, nyanyian Hue terdaftar pada tahun 2015, pada tahun 2016 menjadi profesi menenun Deng dari suku Ta Oi, dan pada tahun 2019 menjadi festival tradisional ADaKoonh (Perayaan Beras Baru) dari suku Pa Co. Pada tahun 2024 saja, tiga warisan budaya akan terdaftar, yaitu pengetahuan menjahit dan mengenakan Ao Dai, festival Dien Hue Nam, dan kerajinan tradisional membuat bihun Van Cu.
Dr. Phan Thanh Hai menyampaikan bahwa pendaftaran warisan tidak hanya menegaskan nilai budaya kuliner Hue tetapi juga menciptakan landasan hukum dan motivasi penting bagi Hue untuk terus mempromosikan konservasi, promosi, dan pengembangan nilai-nilai warisan dalam strategi pengembangan industri budaya, yang berkontribusi pada pengembangan pariwisata, ekonomi, dan budaya setempat.
"Selain itu, ini juga merupakan batu loncatan yang berarti dalam perjalanan menjadikan Hue sebagai kota kreatif UNESCO di bidang kuliner," kata Dr. Phan Thanh Hai.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Olahraga mengatakan, ke depan pihaknya akan berkoordinasi dengan unit terkait, pelaku usaha, dan masyarakat untuk terus melaksanakan kegiatan pembinaan, penghormatan, dan promosi warisan budaya, serta berperan serta menyebarluaskan nilai warisan pengetahuan rakyat Bun Bo Hue kepada masyarakat dalam dan luar negeri.
Sehingga hidangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Hue tetapi juga menjadi simbol budaya Vietnam di kancah internasional.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/dieu-it-biet-ve-2-di-san-van-hoa-phi-vat-the-quoc-gia-o-hue-vua-duoc-ghi-danh-169250705214624146.htm
Komentar (0)