Arsitektur gerbang benteng Provins tetap utuh seperti pada periode abad pertengahan. (Foto: Disediakan oleh HTTL)
Dengan lokasinya yang strategis di jalur perdagangan kuno, Provins pernah menarik para pedagang dari seluruh Eropa. Kota ini merupakan titik pertemuan budaya, bahasa, dan produk, menciptakan kemakmuran ekonomi dan mendorong perkembangan pesat dalam budaya, arsitektur, dan teknik konstruksi.
Salah satu faktor yang membuat Provins menonjol adalah arsitektur abad pertengahannya yang hampir sepenuhnya terpelihara. Kota ini terbagi menjadi dua area utama: "Haute Ville" (benteng atas) dan "Basse Ville" (benteng bawah). Benteng bawah utamanya merupakan tempat tinggal dan produksi kerajinan tangan, sementara benteng atas berfokus pada bangunan keagamaan, administrasi, dan militer .
Di antaranya adalah Menara César - sebuah struktur militer kokoh dari abad ke-12, simbol kekuasaan para Pangeran Champagne. Dari puncak menara, Anda dapat mengamati seluruh kota. Di sebelahnya terdapat Gereja Saint-Quiriace, yang dibangun pada awal Abad Pertengahan, dengan gaya arsitektur Romawi dan Gotik yang berani. Tembok kota kuno ini panjangnya hampir 1,2 km, bersama dengan lebih dari 20 menara pengawas yang masih ada hingga saat ini, menciptakan gambaran nyata seni pertahanan abad pertengahan.
Tak hanya di atas tanah, Provins juga memiliki sistem terowongan bawah tanah yang unik, yang digunakan untuk penyimpanan, perlindungan selama masa perang, dan bahkan mungkin untuk kegiatan keagamaan awal. Terowongan-terowongan ini kini terbuka untuk pengunjung, menambah kedalaman pengalaman menjelajahi kota kuno ini.
Rumah-rumah khas Prancis utara dari Abad Pertengahan juga masih terpelihara utuh. Foto: Disediakan oleh HTTL
Pada tahun 2001, UNESCO secara resmi mengakui Provins sebagai Situs Warisan Dunia, dengan nama: "Provins, ville de foire médiévale" (Provins - kota pekan raya abad pertengahan). Pengakuan ini tidak hanya mencerminkan nilai arsitektur dan sejarah Provins, tetapi juga mengakui upaya jangka panjang masyarakat setempat dalam melestarikan dan mempromosikan nilai warisan tersebut. Keistimewaannya adalah Provins bukan hanya museum arsitektur abad pertengahan terbuka, tetapi juga kota yang dinamis - tempat orang-orang tinggal di rumah-rumah kuno, berpartisipasi dalam kegiatan konservasi, pendidikan, dan menyelenggarakan acara budaya untuk mempertahankan identitas historis.
Provins terkenal dengan festival-festival bersejarahnya, terutama Festival Abad Pertengahan Provins (Les Médiévales de Provins) – sebuah acara yang menarik puluhan ribu pengunjung setiap tahunnya. Selama festival, seluruh kota seakan kembali ke masa lalu dengan pertunjukan kavaleri, parade kostum, musik tradisional, seni, dan kuliner abad pertengahan. Festival ini bukan hanya objek wisata, tetapi juga kegiatan edukasi warisan budaya yang dinamis, yang menghubungkan masyarakat dan menginspirasi generasi muda.
Selain itu, Provins menjadi tuan rumah bagi banyak program kerja sama internasional di bidang konservasi warisan, penelitian budaya, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hubungan kerja sama dengan banyak negara – termasuk Vietnam – menunjukkan status internasional sebuah kota kuno yang selalu menatap masa depan, meskipun dibangun di atas fondasi masa lalu.
Di era sekarang, ketika urbanisasi berlangsung cepat dan identitas tradisional perlahan memudar, Provins menjadi bukti kemampuan untuk berhasil melestarikan kota bersejarah tanpa kehilangan dinamisme, vitalitas, dan perannya dalam masyarakat modern.
Saat berkunjung ke Provins, pengunjung tak hanya mengagumi keindahan arsitektur abad pertengahan, tetapi juga merasakan semangat melestarikan dan menghormati warisan—sebagai bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. Provins adalah tempat di mana masa lalu dan masa kini berpadu, menciptakan ruang budaya yang istimewa dan menarik dengan kekuatan untuk menyebar melampaui batas waktu dan batas wilayah.
Sumber: https://hanoimoi.vn/do-thi-co-provins-di-san-song-dong-cua-trung-co-phap-708215.html
Komentar (0)