Cisco baru-baru ini mengungkapkan pergeseran besar dalam arsitektur jaringan perusahaan yang sudah berlangsung. Seiring asisten AI, agen AI, dan beban kerja berbasis data mengubah cara kerja, mereka juga menciptakan lalu lintas jaringan yang semakin cepat, dinamis, kompleks, dan sensitif terhadap latensi.
Dikombinasikan dengan menjamurnya perangkat yang terhubung, kebutuhan akan operasi 24/7, dan meningkatnya ancaman keamanan, perubahan-perubahan ini memaksa infrastruktur jaringan untuk beradaptasi dan berkembang. Para pemimpin TI dipaksa untuk memikirkan kembali peran jaringan – bukan hanya sebagai alat operasional, tetapi sebagai elemen strategis yang membentuk nilai dan kelangsungan bisnis jangka panjang di masa depan.
Menurut Cisco, ada 6 tanda bahwa bisnis sedang memasuki fase transformasi arsitektur infrastruktur:
Jaringan menjadi prioritas strategis: 100% bisnis di Vietnam menilai jaringan modern sebagai prasyarat untuk AI, IoT, dan penerapan cloud. 99% pemimpin TI berencana untuk meningkatkan proporsi alokasi anggaran TI untuk investasi infrastruktur jaringan.
Keamanan jaringan sangat penting: 100% percaya bahwa keamanan jaringan penting untuk operasi dan pertumbuhan bisnis mereka; 76% percaya itu penting. 99% percaya bahwa peningkatan akan meningkatkan keamanan jaringan organisasi mereka.
AI meningkatkan kebutuhan akan jaringan tangguh: 99% pemimpin TI mengatakan jaringan tangguh itu penting, terutama mengingat 66% telah mengalami pemadaman besar, terutama karena serangan siber, kemacetan, dan kesalahan konfigurasi, yang mengakibatkan kerugian global hingga $160 miliar per tahun, rata-rata hanya satu pemadaman besar per bisnis.
Para pemimpin mengharapkan AI untuk mendorong pertumbuhan pendapatan: 67% pemimpin TI mengatakan dampak terbesar dari jaringan yang dimodernisasi terhadap pendapatan akan datang dari penerapan alat AI yang mengotomatiskan dan menyesuaikan perjalanan pelanggan—memungkinkan pengalaman pelanggan yang lebih cepat dan lebih personal yang memperkuat loyalitas dan mendorong pertumbuhan.
AI membentuk kembali infrastruktur komputasi: 66% mengatakan pusat data mereka saat ini tidak dapat memenuhi tuntutan AI saat ini, dan 95% berencana untuk memperluas kapasitas di tempat, di cloud, atau kombinasi keduanya.
Para pemimpin ingin menjadikan jaringan lebih cerdas: 100% responden menyatakan bahwa jaringan otomatis bertenaga AI sangat penting bagi pertumbuhan di masa depan. Namun, hanya 33% yang telah sepenuhnya menerapkan kapabilitas cerdas seperti segmentasi jaringan, visibilitas, dan kontrol – untuk menjadikan jaringan mereka tangguh.
"Seiring bisnis di Vietnam dan di seluruh dunia memanfaatkan kekuatan AI, jaringan menjadi platform utama yang membantu mewujudkan semua tujuan. Untuk memenuhi tuntutan masa depan dan melindungi bisnis dari ancaman yang semakin canggih, infrastruktur jaringan saat ini perlu lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih tangguh. Bisnis perlu menyadari dengan jelas bahwa memodernisasi sistem jaringan mereka adalah kunci untuk mendorong pertumbuhan dan kesuksesan di masa depan," ujar Bapak Nguyen Nhu Dung, Direktur Umum Cisco Vietnam, Laos, dan Kamboja.
Jaringan adalah Aset Strategis: Infrastruktur Modern Membuka Pertumbuhan dan Penghematan Biaya
Saat ini, para pemimpin TI mulai menciptakan nilai bisnis yang nyata dari infrastruktur jaringan mereka, terutama melalui peningkatan pengalaman pelanggan (62%), peningkatan efisiensi operasional (77%), dan inovasi (53%). Namun, sebagian besar nilai tersebut tidak akan berkelanjutan kecuali infrastruktur jaringan dirancang dengan tepat untuk AI atau skalabilitas waktu nyata.
Untuk mewujudkan potensi pertumbuhan dan penghematan biaya yang diharapkan, para pemimpin mengidentifikasi kesenjangan kritis yang harus mereka atasi: operasi yang terfragmentasi (58%), implementasi yang tidak lengkap (46%), dan ketergantungan pada pemantauan manual (44%). Jaringan yang lebih cerdas, aman, dan adaptif memberikan alasan bisnis yang menarik untuk berinvestasi. Sembilan dari 10 pemimpin (97%) mengatakan peningkatan infrastruktur jaringan akan langsung mendorong pendapatan, dan 99% berharap dapat mewujudkan penghematan biaya nyata melalui optimalisasi operasional, pengurangan pemadaman, dan pengurangan penggunaan energi.
Riset Cisco menunjukkan bahwa CEO global setara dengan para pemimpin TI dalam hal pentingnya infrastruktur di era AI. 97% memperluas penggunaan AI mereka, dan 78% mengandalkan CIO atau CTO mereka untuk membuat keputusan investasi. Dan mereka menyadari risikonya: 74% mengatakan infrastruktur yang ketinggalan zaman menghambat pertumbuhan bisnis mereka.
Saat jaringan perusahaan mengalami transformasi berskala besar, manajemen senior mendukung para pemimpin teknologi mereka untuk menjadi yang terdepan, dan 96% percaya bahwa kemitraan tepercaya akan sangat penting bagi kesuksesan.
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/kinh-te/kinh-doanh/doanh-nghiep-hien-dai-hoa-mang-de-trien-khai-ai/20250707115513066
Komentar (0)