Banyak perusahaan swasta yang tumbuh pesat, menjadi merek-merek terkenal yang berpengaruh dan dikenal di pasar domestik maupun internasional.

Sektor swasta adalah mayoritas.
Menurut laporan terbaru yang diterbitkan oleh Brand Finance, nilai merek nasional Vietnam mencapai 507 miliar dolar AS, menduduki peringkat ke-32 dunia, naik 1 peringkat dibandingkan tahun lalu. Hal ini merupakan hasil dari sinergi berbagai faktor, yang paling menonjol adalah jejak perusahaan swasta pionir, seperti VinFast, Vinamilk, Masan , Duy Tan, dan TH True Milk. Merek-merek ini tidak hanya menjangkau dunia dengan kualitas produk, tetapi juga membangun kisah merek, semangat inovasi, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Hingga saat ini, 190 perusahaan dengan 359 produk telah mendapatkan penghargaan sebagai Merek Nasional, dengan sektor swasta mendominasi. Perusahaan-perusahaan ini menghasilkan pendapatan hingga VND2,4 triliun, menyumbang VND150 triliun bagi anggaran, dan menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 600.000 pekerja.
Biasanya, Vinamilk, sebuah bisnis yang telah berupaya keras untuk membawa merek Vietnam ke standar global, telah menjadi merek susu paling berharga ke-6 di dunia dan merek global terkuat ke-2 dalam industri susu, menurut peringkat Brand Finance.
Bersamaan dengan itu, terdapat banyak merek-merek ternama lainnya, seperti: TH Milk (Perusahaan Saham Gabungan TH Food Chain), Nafoods (Perusahaan Saham Gabungan Nafoods Group) yang bergerak di bidang produk pertanian, makanan, dan minuman; PlasmaMED (Perusahaan Saham Gabungan Teknologi PLASMA Vietnam) yang bergerak di bidang pengobatan berteknologi tinggi... Mereka semua adalah perusahaan swasta yang senantiasa berinovasi, tidak hanya menjangkau dunia dengan kualitas produk, tetapi juga membangun kisah merek, semangat inovasi, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Hal ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun citra Vietnam yang dinamis, kreatif, dan bertanggung jawab di mata mitra internasional.
Wakil Direktur Badan Promosi Perdagangan (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) Hoang Minh Chien mengatakan bahwa tanpa partisipasi yang kuat dan dukungan berkelanjutan dari sektor swasta, program Merek Nasional Vietnam sulit mencapai hasil yang dicapai saat ini. Dalam konteks globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, inisiatif perusahaan swasta dalam berinvestasi di bidang teknologi, manajemen, desain, dan merek merupakan faktor kunci yang berkontribusi dalam memposisikan nilai-nilai baru bagi barang dan jasa Vietnam, sehingga berkontribusi dalam meningkatkan citra Vietnam.
Membutuhkan mekanisme dukungan dan partisipasi yang sinkron
Meskipun dianggap sebagai kekuatan utama dalam mengangkat merek-merek Vietnam, perusahaan swasta masih menghadapi banyak hambatan ketika memasuki pasar internasional. Tantangan-tantangan ini tidak hanya terletak pada modal, teknologi, dan sumber daya manusia, tetapi juga pada kurangnya dukungan dari kebijakan pendukung merek nasional.
Menanggapi hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Perdagangan dan Industri Vietnam (VCCI) Dau Anh Tuan mengatakan bahwa produk-produk perusahaan Vietnam hadir di 200 negara dan wilayah di seluruh dunia, dan juga telah membangun citra nasional yang sangat kuat. Namun, kenyataannya, banyak merek Vietnam kesulitan untuk merambah pasar luar negeri karena kurangnya perlindungan kekayaan intelektual, kurangnya strategi komunikasi merek yang sistematis, atau terbebani oleh produk-produk Tiongkok, Thailand, dan Korea di segmen yang sama.
“Membangun merek nasional bukan hanya upaya tunggal pelaku usaha, tetapi membutuhkan koordinasi antara negara, asosiasi industri, lembaga promosi perdagangan, dan masyarakat konsumen domestik,” ujar Bapak Dau Anh Tuan.
Menurut Wakil Direktur Badan Promosi Perdagangan (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) Hoang Minh Chien, untuk mendorong perusahaan swasta agar berkontribusi lebih banyak di periode mendatang; di pihak negara, kementerian, cabang, dan daerah terus mendorong peningkatan lingkungan investasi bisnis untuk memastikan pemeliharaan dan peningkatan investasi bisnis berkelanjutan dari perusahaan swasta.
Bersamaan dengan itu, Negara menciptakan mekanisme dan kebijakan untuk mendorong perusahaan swasta menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, menerapkan model bisnis berkelanjutan, teknologi produksi yang lebih bersih, memanfaatkan sumber daya alam secara efektif, dan melindungi lingkungan. Negara akan menciptakan lingkungan yang mendorong kewirausahaan kreatif, mendukung peningkatan produktivitas tenaga kerja di perusahaan; mengembangkan sumber daya manusia berkualitas tinggi, meningkatkan kapasitas manajemen dan tata kelola perusahaan; memperkuat peran asosiasi dan organisasi bisnis dalam mendukung perusahaan swasta untuk berkembang secara efektif dan berkelanjutan...
Di sisi bisnis, Bapak Hoang Minh Chien mengatakan bahwa perlu fokus pada pengembangan produk berkualitas tinggi dengan identitas unik, yang dikaitkan dengan keunggulan komparatif negara. Bersamaan dengan itu, secara bertahap standarisasi dan digitalisasi proses manajemen dan produksi sesuai standar internasional, sehingga meningkatkan daya saing, meminimalkan pemborosan, dan beradaptasi secara fleksibel terhadap fluktuasi pasar global.
"Perusahaan perlu membangun model manajemen modern, berfokus pada sumber daya manusia, dan mendorong inovasi di seluruh sistem. Di saat yang sama, inovasi dalam organisasi distribusi akan menciptakan reputasi jangka panjang di pasar global," ujar Bapak Hoang Minh Chien.
Sumber: https://hanoimoi.vn/doanh-nghiep-tu-nhan-luc-luong-chu-luc-gop-phan-nang-tam-thuong-hieu-quoc-gia-710539.html
Komentar (0)