Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Rhine-Westphalia Utara, Herbert Reul, mengatakan kepada televisi ARD bahwa ia "agak lega" setelah penangkapan tersebut. Kelompok teroris Negara Islam (IS) telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang juga melukai delapan orang lainnya.
Polisi Jerman sedang mencari dua orang lain yang menjadi incaran mereka. Namun, Bapak Reul mengatakan: "Tersangka sebenarnya adalah orang yang baru saja kami tangkap. Orang tersebut sedang diperiksa dan barang bukti telah disita." Ia mengatakan tersangka terkait dengan sebuah rumah pengungsi yang digeledah sebelumnya pada hari itu.
Petugas polisi di lokasi penusukan di sebuah festival di Solingen, Jerman, pada 24 Agustus 2024. Foto: Reuters
Kelompok teroris ISIS menggambarkan pria tersebut sebagai "seorang prajurit Negara Islam" dan mengatakan dalam sebuah pernyataan di akun Telegramnya: "Dia melancarkan serangan untuk membalas dendam terhadap umat Muslim di Palestina dan di mana pun."
Hendrik Wuest, Perdana Menteri negara bagian Rhine-Westphalia Utara, menyebut serangan Jumat malam di sebuah festival di kota Solingen sebagai aksi teroris. "Serangan ini telah menghantam jantung negara kita," ujarnya kepada para wartawan.
Serangan itu terjadi di Fronhof, sebuah alun-alun di kota Solingen, Jerman barat, tempat sejumlah band tampil di sebuah festival yang menandai ulang tahun kota itu ke-650.
Markus Caspers, seorang pejabat di kantor kejaksaan di Duesseldorf, mengatakan pihak berwenang memperlakukannya sebagai serangan teroris, karena tidak ada motif lain yang diketahui dan para korban tampaknya tidak ada hubungannya.
Seorang pejabat polisi, Thorsten Fleiss, mengatakan penyerang tampaknya mengincar leher korban. "Pelaku harus segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya sesuai hukum," ujar Kanselir Jerman Olaf Scholz dalam sebuah unggahan di X setelah serangan tersebut.
Seorang seniman Jerman bernama Topic mengatakan di Instagram bahwa ia sedang bermain musik di panggung terdekat ketika insiden itu terjadi. Ia diberitahu tentang apa yang terjadi, tetapi diminta untuk terus bermain "agar tidak menimbulkan kepanikan".
Akhirnya, ia disuruh berhenti, "karena penyerang masih buron, dan kami pun bersembunyi di toko terdekat sementara helikopter polisi berputar-putar di atas kami." Pihak berwenang kini telah membatalkan sisa festival akhir pekan ini.
Penusukan dan penembakan yang berakibat fatal relatif jarang terjadi di Jerman, tetapi belakangan ini meningkat. Awal bulan ini, otoritas Jerman mengatakan mereka ingin memperketat peraturan tentang pisau yang boleh dibawa di tempat umum dengan mengurangi panjang maksimum yang diizinkan.
Huy Hoang (menurut Reuters)
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/da-bat-duoc-nghi-pham-trong-vu-dam-dao-o-le-hoi-duc-khung-bo-is-nhan-trach-nhiem-post309157.html
Komentar (0)