Menurut CNN, Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengatakan bahwa percobaan pembunuhan mantan Presiden Donald Trump sedang diselidiki sebagai insiden terorisme domestik, dan menambahkan bahwa tersangka bertindak sendiri.
[sematkan]https://www.youtube.com/watch?v=ceLfyMCZY7c[/sematkan]
FBI menekankan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden tersebut sebagai upaya pembunuhan, tetapi juga menganggapnya sebagai tindakan terorisme domestik. Badan tersebut menyatakan bahwa senjata yang digunakan untuk menembak Trump dibeli secara legal dan merupakan senapan AR Model 556.
Selain itu, FBI mengatakan bahwa sejauh ini, pihaknya belum menemukan bahwa tersangka Thomas Matthew Crooks, orang yang menyebabkan penembakan terhadap Trump, memiliki riwayat penyakit mental, tetapi menegaskan bahwa pihaknya akan meninjau akun media sosial, senjata yang digunakan dalam insiden tersebut, dan bukti DNA terkait.
FBI mengatakan bahwa menemukan motif di balik penembakan Tn. Trump merupakan salah satu prioritas utama lembaga tersebut, dan memperingatkan bahwa ancaman kekerasan daring telah meningkat, terutama sejak insiden tersebut.
Menurut Reuters, Donald Trump tiba di Milwaukee untuk berkampanye sesuai jadwal. Trump menulis di Truth Social: "Saya tadinya akan menunda perjalanan saya ke Wisconsin dan Konvensi Nasional Partai Republik selama 2 hari, tetapi saya memutuskan tidak bisa membiarkan seorang penembak atau calon pembunuh memaksa saya mengubah jadwal atau hal lainnya. Oleh karena itu, saya akan berada di Milwaukee sesuai jadwal."
SELATAN
[iklan_2]
Sumber: https://www.sggp.org.vn/fbi-dieu-tra-vu-am-sat-ong-donald-trump-theo-huong-khung-bo-noi-dia-post749358.html
Komentar (0)