Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, aktivitas G7 tidak mencerminkan kepentingan negara-negara dari kawasan lain dalam skala global.
"Jelas, G7 adalah faktor utama yang memperburuk masalah global. Kelompok ini tidak dapat mewakili kepentingan pusat-pusat pembangunan lainnya, terutama negara-negara di Asia- Pasifik , Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Hiroshima, Jepang, sepakat untuk memperketat sanksi terhadap Rusia. (Foto: Reuters)
Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, G7 telah memasuki fase kemunduran, menjadi lahan subur bagi inisiatif subversif.
"Negara-negara G7 tidak pernah bekerja sama dalam berbagai isu dalam agenda global. Sekarang, G7 telah memburuk. G7 telah menjadi inkubator untuk memupuk inisiatif destruktif yang merusak stabilitas global," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada 20 Mei bahwa keputusan yang dibuat oleh G7 pada KTT-nya di Jepang bertujuan untuk "pembendungan ganda" terhadap Rusia dan China.
"Lihatlah keputusan-keputusan yang dibahas dan diadopsi hari ini di Hiroshima pada KTT G7. Keputusan-keputusan ini bertujuan untuk membendung Rusia dan China secara ganda," kata Menteri Luar Negeri Lavrov.
Dalam sebuah pernyataan di KTT tersebut, G7 sepakat untuk memperketat sanksi terhadap Moskow dan mengurangi interaksi dengan China. Mereka juga menyerukan kepada China untuk menekan Rusia agar menghentikan aksi militer dan segera menarik pasukannya dari Ukraina.
Lavrov mengatakan bahwa Barat menekan negara-negara untuk memutuskan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Rusia. Namun, ia menekankan bahwa Moskow mendapat dukungan dari banyak sekutu.
Kong Anh (Sumber: TASS)
Bermanfaat
Emosi
Kreatif
Unik
Sumber






Komentar (0)