Para pemimpin negara industri Kelompok Tujuh (G7) yang bertemu di Roma, Italia menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus memberikan tekanan kuat terhadap Rusia.
Para pemimpin G7 bertemu di Italia, kembali berkomitmen untuk mendukung Ukraina. (Sumber: g7italy.it) |
Pada tanggal 16 November, para pemimpin negara-negara industri Kelompok Tujuh (G7) menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus memberikan tekanan kuat terhadap Rusia atas operasi khususnya di Ukraina, melalui sanksi, kontrol ekspor, dan tindakan lainnya.
Pernyataan bersama G7 yang dirilis pada hari yang sama "dalam rangka mendukung Kiev saat konflik yang dipimpin Rusia di Ukraina mendekati hari ke-1.000", menyatakan: "Rusia tetap menjadi satu-satunya hambatan bagi perdamaian yang adil dan abadi".
"G7 menegaskan kembali komitmennya untuk memberikan tekanan kuat kepada Rusia melalui sanksi, kontrol ekspor, dan langkah-langkah efektif lainnya. Kami berdiri dalam solidaritas dengan Ukraina," tegas pernyataan tersebut.
Italia saat ini memegang jabatan presiden bergilir G7 pada tahun 2024.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya harus melakukan segala kemungkinan untuk memastikan konflik dengan Rusia berakhir tahun depan melalui cara diplomatik .
Dalam wawancara radio pada tanggal 16 November, Tn. Zelensky mengakui bahwa situasi perang di Ukraina timur saat ini sangat sulit dan Rusia memperoleh banyak keuntungan.
Ia juga mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak berniat menyetujui kesepakatan damai.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/g7-ra-tuyen-bo-chung-ve-nga-ukraine-tong-thong-zelensky-khang-dinh-doc-suc-ket-tuc-xung-dot-trong-nam-2025-294010.html
Komentar (0)