Menghadapi situasi penyitaan berton-ton daging babi yang tidak diketahui asal usulnya, pengumpulan babi yang mati dan sakit untuk disembelih dan kemudian digunakan untuk membuat ham, sosis, dll., Wakil Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan meminta untuk memperbaiki manajemen dan pengendalian masalah keamanan pangan selama hari raya Tet.
Wakil Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Phung Duc Tien baru saja mengirimkan dokumen kepada Komite Rakyat provinsi dan kota-kota yang dikelola pusat yang meminta untuk memperbaiki manajemen dan pengendalian penyembelihan hewan, memastikan keamanan penyakit dan keamanan pangan selama Tahun Baru Imlek.
Dokumen tersebut dengan jelas menyatakan bahwa akhir-akhir ini, media terus menerus memberitakan penemuan rumah pemotongan hewan yang melanggar undang-undang tentang perlindungan lingkungan dan keamanan pangan selama operasi mereka.
Selain itu, ditemukan pula rumah pemotongan babi ilegal, berton-ton daging yang tidak diketahui asal usulnya disita, dan babi yang sakit dan mati dikumpulkan untuk disembelih lalu dijual ke fasilitas pengolahan untuk dijadikan ham, sosis, dan lain-lain. Unggas yang masuk dan keluar pasar grosir tidak dikarantina sesuai ketentuan.
Pihak berwenang telah menemukan dan menghentikan banyak pengiriman produk hewani yang tidak memenuhi persyaratan kebersihan hewan dan keamanan pangan untuk bisnis.
Menurut Wakil Menteri, menjelang Tahun Baru Imlek 2025, permintaan daging ternak dan unggas meningkat. Namun, kenyataan menunjukkan masih lemahnya pengelolaan oleh pemerintah daerah dan instansi pengelola di rumah potong hewan. Hal ini menyebabkan tingginya risiko keamanan pangan, yang dapat memengaruhi kesehatan konsumen, menyebarkan penyakit hewan, dan mencemari lingkungan.
Menghadapi situasi tersebut di atas, Kementerian Pertanian dan Pembangunan Daerah Tertinggal meminta kepada Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk mengarahkan instansi, lembaga dan sektor terkait agar lebih meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan, khususnya pemeriksaan dan sidak di bidang kesehatan hewan dan pangan di tempat pemotongan hewan.
Perlu dilakukan penanganan secara tegas dan penghentian kegiatan pemotongan hewan ternak yang tidak berizin, terutama pemotongan hewan ternak skala kecil yang tidak menjamin higiene veteriner dan keamanan pangan, pemotongan hewan ternak yang mati karena wabah penyakit, serta tidak dilakukan pengawasan oleh tenaga kesehatan hewan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Memerlukan penerapan program pemantauan keamanan pangan proaktif untuk pangan yang berasal dari hewan.
Selain itu, bangun dan terapkan regulasi koordinasi antara pemerintah dan dinas kesehatan hewan, medis , kepolisian, dan pengelola pasar... dalam pengelolaan kegiatan pemotongan hewan. Bertukar informasi secara berkala dan berkoordinasi dengan cepat dalam menangani kasus-kasus terkait pengangkutan hewan, pemotongan, serta keamanan pangan ternak dan daging unggas.
Sumber
Komentar (0)