Menurut AVP, pada malam 16 Februari, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia melancarkan serangan rudal skala besar terhadap banyak fasilitas infrastruktur militer di wilayah Ukraina, terutama di wilayah Kharkov dan Poltava. Informasi ini dipublikasikan oleh koresponden perang Rusia dan sumber-sumber Ukraina.
Laporan pertama serangan mulai muncul sekitar pukul 01.00 waktu Moskow, dengan rudal-rudal terbang di atas wilayah Sumy menuju wilayah Poltava. Tak lama kemudian, ledakan dilaporkan terjadi di kota Mirgorod, lokasi bandara utama yang digunakan oleh Angkatan Udara Ukraina. Bandara tersebut kemungkinan menjadi sasaran serangan rudal, yang bertujuan menghancurkan pesawat, depot amunisi, dan infrastruktur bandara.
Kemudian, sekitar pukul 2 pagi, muncul laporan rudal yang mengarah ke wilayah Kharkiv. Laporan ledakan mengindikasikan bahwa kota Lyubotin telah terkena serangan. Lyubotin juga merupakan lokasi bandara yang digunakan oleh angkatan udara Ukraina.
Ledakan juga tercatat di Volchansk dan Liptsy, wilayah Kharkov, di mana terdapat fasilitas militer Angkatan Bersenjata Ukraina dan mungkin tentara bayaran asing.
Juga pada tanggal 16 Februari, muncul informasi tentang Rusia yang meluncurkan operasi skala besar di Zaporozhye.
Menurut media Ukraina, perwakilan Angkatan Bersenjata Tavria (Ukraina), Dmitry Likhovy, menyatakan dalam sebuah program televisi bahwa pasukan Rusia telah mengerahkan pasukan dalam jumlah besar di wilayah Rabotino dan Orekhovo, arah Zaporozhye. Informasi ini menunjukkan bahwa pasukan Rusia mungkin akan memulai operasi baru di wilayah yang sebelumnya direbut pasukan Ukraina musim panas lalu, tetapi gagal.
Bapak Likhovy menekankan bahwa jumlah pasukan Rusia di arah Orekhovsky lebih besar daripada jumlah pasukan yang berpartisipasi dalam operasi di Avdeevka. Menurutnya, konsentrasi sejumlah besar pasukan Rusia di arah ini menunjukkan tekad Rusia.
Selain itu, disebutkan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Avdiivka telah menyebabkan berkurangnya kemampuan pertahanan di sisi selatan kota. Akibatnya, Rusia telah menguasai wilayah berbenteng Zenit. Angkatan Bersenjata Ukraina juga terpaksa meninggalkan stasiun penyaringan Donetsk dan wilayah berbenteng Cheburashka di sebelah timur Avdiivka.
Juga di wilayah Zaporozhie, tiga hari yang lalu (14 Februari), militer Rusia menembak jatuh sebuah helikopter Mi-8 Ukraina di dekat desa Rabotino. Informasi ini dikonfirmasi ketika foto-foto insiden tersebut dipublikasikan.
Akibatnya, helikopter Angkatan Udara Ukraina dihancurkan oleh rudal anti-tank Rusia. Mi-8 disergap oleh tentara Divisi Senapan Bermotor ke-42 dari Korps Angkatan Darat ke-58 Distrik Militer Selatan.
Menurut laporan dari garis depan, helikopter Mi-8 Ukraina terus-menerus terlihat di wilayah Rabotino. Helikopter tersebut beroperasi di ketinggian rendah dan beberapa kali berhasil lolos dari serangan Rusia. Namun, pada 14 Februari, pesawat tersebut dihancurkan oleh pasukan Rusia menggunakan rudal anti-tank Kornet.
HOA AN (Menurut SF, AVP)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)