Kementerian Pendidikan dan Pelatihan (MOET) baru saja mengeluarkan Surat Edaran Resmi No. 4567 tentang pedoman penyelenggaraan pembelajaran 2 sesi/hari pada jenjang pendidikan umum.
Sekolah dasar akan menerapkannya secara serentak, sedangkan sekolah menengah pertama dan atas akan menerapkannya berdasarkan peta jalan, pertama dengan sekolah yang memiliki fasilitas memadai.
Kementerian menetapkan bahwa sesi pertama akan dikhususkan untuk mengajarkan program pendidikan umum. Sesi kedua akan diselenggarakan untuk mengkonsolidasikan kegiatan bagi siswa guna melengkapi materi pembelajaran dan mengembangkan moral, kecerdasan, kebugaran jasmani, dan estetika secara komprehensif.
Kegiatan-kegiatan tersebut diuraikan sebagai berikut: pendidikan budaya, seni, STEM, budaya membaca, budaya sekolah, konseling karier, kegiatan sukarela, keterampilan hidup, pendidikan keuangan, pengetahuan tentang keselamatan dan ketertiban lalu lintas, keterampilan digital, kecerdasan buatan (AI), bahasa asing, olahraga , kegiatan untuk belajar tentang alam, masyarakat, budaya, sejarah, tradisi lokal, dan konten pendidikan lainnya sesuai peraturan, yang memenuhi kebutuhan, minat, dan bakat siswa.

Siswa SMP dan SMA akan belajar 2 sesi/hari mulai tahun ajaran 2025-2026 di sekolah dengan fasilitas memadai (Foto: Thanh Dong).
Pada tingkat sekolah menengah, sesi kedua kegiatan pendidikan perlu menggabungkan pembelajaran di kelas dengan kegiatan pendidikan di luar kelas dan di luar sekolah.
Khusus untuk jenjang sekolah menengah atas, perlu dilakukan koordinasi dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga pelatihan kejuruan, dunia usaha, organisasi, dan perseorangan untuk berperan serta dalam kegiatan pendidikan yang tepat.
Dari segi durasi, siswa sekolah dasar belajar minimal 9 sesi/minggu, maksimal 7 sesi per hari, 35 menit per sesi. Siswa sekolah menengah pertama dan atas belajar minimal 5 hari dan maksimal 11 sesi/minggu, maksimal 7 sesi per hari, 45 menit per sesi.
Disamping tujuan pembinaan peserta didik secara menyeluruh, belajar 2 sesi/hari juga bertujuan untuk meningkatkan mutu jam belajar rutin; mengatasi situasi belajar tambahan yang tidak sesuai aturan.
Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pembelajaran 2 sesi/hari, Kementerian perlu memastikan tersedianya tenaga pengajar, guru, dan staf yang cukup untuk setiap jenjang, mata pelajaran, dan kegiatan pendidikan, serta tenaga kependidikan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Apabila terjadi kekurangan guru di suatu daerah, maka pemerintah daerah perlu mengatur dan menata guru-guru di berbagai lembaga pendidikan di daerah tersebut untuk mengajar 2 sesi/hari.
Di samping itu, perlu menggerakkan kelompok sumber daya manusia khusus, perajin, seniman, dan olahragawan profesional untuk turut serta menyelenggarakan kegiatan pendidikan di sekolah.
Terkait dengan masalah sarana dan biaya penyelenggaraan, Kementerian mengusulkan solusi pemanfaatan kelebihan sarana dan prasarana akibat penataan unit administrasi untuk melengkapi sektor pendidikan agar tersedia ruang kelas, lapangan olahraga, dan lapangan latihan yang dapat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar 2 kali/hari.
Di samping itu, di samping anggaran negara, daerah perlu menggalakkan sosialisasi, mendorong, dan menciptakan kondisi bagi organisasi dan individu untuk memberikan kontribusi dan menginvestasikan sumber daya untuk pendidikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pembelajaran 2 sesi/hari pada tahun ajaran 2025-2026 bertujuan untuk mewujudkan Arahan 17 Perdana Menteri.
Direktif 17 mendefinisikan tujuan pengajaran 2 sesi/hari sebagai peningkatan kualitas pendidikan komprehensif dalam etika - kecerdasan - kebugaran fisik - estetika, membangun lingkungan pendidikan yang sehat, aman dan bermanfaat, memenuhi persyaratan program pendidikan umum yang baru.
Ini juga merupakan persyaratan Program Pendidikan Umum 2018.
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/hoc-sinh-cap-2-3-chinh-thuc-hoc-2-buoingay-tu-nam-hoc-2025-2026-20250805155831640.htm
Komentar (0)