Pengumuman itu muncul setelah tenggat waktu empat hari yang diberikan Houthi kepada Israel untuk mengizinkan pengembalian bantuan ke Gaza berakhir. Hingga kemarin sore, militer Israel belum berkomentar mengenai perkembangan tersebut, menurut AP.
Orang-orang bersenjata Yaman berdemonstrasi untuk mendukung warga Palestina di Jalur Gaza pada 11 Maret.
Pasukan Hamas di Gaza mengatakan bahwa pihak-pihak yang bertikai di Qatar pada 11 Maret memulai putaran baru perundingan mengenai perjanjian gencatan senjata Gaza, dan menyatakan harapan bahwa Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, akan membantu "memulai negosiasi tahap 2 perjanjian tersebut." Israel mengirimkan delegasi untuk hadir dengan harapan dapat memperpanjang tahap 1 dengan isi gencatan senjata dan pertukaran sandera/tahanan, tetapi tidak termasuk penarikan penuh dari Gaza.
Dalam perkembangan lain, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan akan mengadakan dialog dengan Rusia dan Iran mengenai "isu nuklir Iran" di Beijing pada 14 Maret, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Ma Zhaoxu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengonfirmasi informasi tersebut dan mengatakan dialog tersebut akan berfokus pada "perkembangan terkait isu nuklir dan pencabutan sanksi". Selain itu, Reuters mengutip Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada 12 Maret, yang mengatakan bahwa surat dari Presiden AS Donald Trump kepada para pejabat Muslim Iran mengenai proposal negosiasi isu nuklir "akan segera dikirimkan ke Teheran oleh sebuah negara Arab".
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/houthi-doa-tan-cong-tau-3-ben-hop-ve-hat-nhan-iran-185250312215920393.htm
Komentar (0)