Tim Kuwait tiba-tiba mundur, Indonesia tak sempat bereaksi
PSSI telah resmi mengumumkan bahwa tim Indonesia akan memainkan dua pertandingan persahabatan internasional dalam jadwal FIFA Days pada bulan September, termasuk melawan Kuwait pada 5 September dan Lebanon pada 8 September, keduanya di Surabaya. Rencana ini dikabarkan telah rampung dan PSSI juga telah mulai menjual tiket kepada para penggemar.
Tim Indonesia menjadi satu-satunya wakil sepak bola Asia Tenggara yang bersaing memperebutkan tiket ke Piala Dunia 2026, saat memasuki babak kualifikasi keempat kawasan Asia.
Foto: Reuters
Namun, baru-baru ini tim Kuwait tiba-tiba mengumumkan pengunduran diri mereka dari pertandingan tanpa memberikan alasan. Berita ini mengejutkan PSSI dan membuat mereka tidak dapat bereaksi, karena mencari tim lain untuk menggantikan mereka saat itu tidak memungkinkan.
"Saya tidak tahu persis alasan tim Kuwait mengundurkan diri dari pertandingan," tegas Presiden PSSI Erick Thohir, seraya menambahkan bahwa dirinya telah melayangkan surat protes kepada Federasi Sepak Bola Kuwait, serta laporan kepada AFC (badan sepak bola Asia).
Awalnya, kami bisa saja menafsirkannya secara negatif, bahwa ini sabotase, apalagi karena sudah sulit untuk berpartisipasi dalam pertandingan persahabatan. Kami mempromosikan semuanya dan mendapatkan konfirmasi yang spesifik. Namun kemudian, tampaknya tim Kuwait juga mengundurkan diri dari turnamen lain.
Mungkin mereka punya masalah internal. Saya tidak mau menyalahkan, tapi kami sudah melayangkan surat protes keras kepada Federasi Sepak Bola Kuwait," tambah Bapak Erick Thohir, dalam acara perkenalan Direktur Teknik PSSI yang baru, Bapak Alexander Zweis, pada 25 Agustus di Jakarta.
Bapak Alexander Zweis akan menggantikan Bapak Indra Sjafri yang berpotensi menjadi pelatih timnas Indonesia U-22 pada SEA Games ke-33 di Thailand pada bulan Desember.
Menurut CNN Indonesia, pembatalan pertandingan Kuwait akan menyebabkan negara kepulauan itu menghadapi banyak kendala dalam mempersiapkan diri menghadapi babak kualifikasi keempat Piala Dunia 2026 di Asia (yang dimainkan pada bulan Oktober).
Kuwait, bersama tim Lebanon, merupakan dua lawan dari Timur Tengah yang dinilai PSSI memiliki banyak kesamaan gaya bermain dengan dua lawan yang akan dihadapi tim Indonesia pada bulan Oktober (Arab Saudi dan Irak) untuk memperebutkan tiket ke Piala Dunia 2026.
Oleh karena itu, PSSI tentu harus segera mencari lawan pengganti, jika tidak, mereka hanya punya 1 laga latihan tersisa melawan tim Lebanon pada 8 September mendatang.
Pada saat yang sama, Bapak Erick Thohir juga membenarkan bahwa PSSI telah mempercepat penyelesaian prosedur naturalisasi untuk dua pemain bintang baru asal Belanda, Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra, minggu ini.
Dua pemain berbakat ini, baru berusia 20 dan 21 tahun, diincar PSSI dan segala cara diupayakan agar mau menjadi warga negara Indonesia, mengabaikan kesempatan bermain di timnas muda dan timnas Belanda.
PSSI perlu menyelesaikan proses naturalisasi para pemain ini sebelum September, diikuti dengan prosedur pergantian federasi. Mereka akan menjadi tambahan pemain untuk memberi tim Indonesia lebih banyak pilihan untuk pertandingan-pertandingan kunci kualifikasi Piala Dunia 2026 pada bulan Oktober, ketika striker bintang Ole Romeny absen karena cedera. Jika semua prosedur selesai tepat waktu, Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra dapat diuji oleh pelatih Kluivert dalam pertandingan persahabatan September mendatang," demikian pernyataan CNN Indonesia.
Source: https://thanhnien.vn/indonesia-doi-kien-afc-tran-giao-huu-bi-huy-nhap-tich-lien-2-ngoi-sao-moi-185250826105253981.htm
Komentar (0)