
Dengan tema "Melepaskan Kekuatan Kecerdasan Buatan dan Big Data - Kunci Menuju Pembangunan Berkelanjutan," konferensi ini menarik lebih dari 300 pakar teknologi dan bisnis.
Menurut para ahli, kecerdasan buatan (AI) menjadi strategi kunci dalam proses transformasi digital global.
Di Vietnam, banyak perusahaan teknologi telah mengembangkan solusi AI multi-industri; namun, penerapan praktisnya masih terbatas pada bisnis tradisional dan usaha kecil dan menengah, dengan banyak kekurangan seperti kurangnya peta jalan implementasi dan data pasar yang tidak memadai.
Bapak Phi Anh Tuan, Direktur PAT Consulting dan Kepala Tim Konsultasi Transformasi Digital di DXCenter, menyatakan: “Penerapan AI yang efektif dalam bisnis harus dimulai dengan data, dan kualitas data khusus perlu distandarisasi, dibangun, dan diperkaya dari waktu ke waktu.”

Selain itu, masalah keamanan informasi dalam menghadapi perkembangan pesat AI juga menjadi perhatian banyak pakar dan bisnis.
Menurut Bapak Nguyen Thanh Lam dari Pusat Keamanan Siber di QTSC, model AI semakin bergantung pada big data, termasuk banyak data sensitif, oleh karena itu perlu meningkatkan kesadaran tentang perlindungan data, keamanan sistem, dan perilaku bertanggung jawab terhadap teknologi.
Menurut Bapak Phan Phuong Tung, Direktur DXCenter, tahun 2025 merupakan tahun penting untuk mengimplementasikan serangkaian kebijakan utama tentang teknologi, data, dan investasi teknologi tinggi.
Hal ini membutuhkan pendekatan yang beragam, mulai dari membangun fondasi data dan mengembangkan teknologi inti hingga mengembangkan infrastruktur teknologi modern untuk mendukung penelitian dan inovasi.

Pada konferensi tersebut, ITPC menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan para mitra, termasuk program pelatihan bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen, operasional, dan implementasi untuk kegiatan produksi dan bisnis yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan terdigitalisasi.

Menurut Ibu Ho Thi Quyen, Wakil Direktur ITPC, untuk sepenuhnya membuka potensi AI dan Big Data, kolaborasi, berbagi, dan kerja sama dari universitas, lembaga penelitian, bisnis, dan perusahaan teknologi besar baik di dalam maupun luar negeri sangat diperlukan.
"Konferensi ini diharapkan menjadi ruang jaringan antara para pembuat kebijakan, pengembang teknologi, dan bisnis, terutama bisnis manufaktur yang membutuhkan transformasi digital dan transformasi hijau tetapi masih menghadapi banyak kendala dalam mengakses AI," lanjut Ibu Quyen.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/khai-pha-tri-tue-nhan-tao-chia-khoa-cho-phat-trien-ben-vung-post803878.html








Komentar (0)