Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Temukan Korea kuno dari desa Hahoe hingga jalan hanok Gyeongju, tiga destinasi wisata tradisional yang sangat menenangkan

Korea bukan hanya Seoul atau Busan. Jika Anda menyukai pengalaman mendalam, hidup santai, dan menjelajahi budaya tradisional, jangan lewatkan Desa Andong Hahoe, Ekowisata Teluk Suncheon, dan Jalan Hanok Gyeongju. Di sini, alam, arsitektur Hanok, dan kehidupan yang damai menciptakan Korea yang orisinal dan jarang dikenal. Perjalanan ini bukan hanya untuk relaksasi, tetapi juga untuk merasakan potongan-potongan budaya yang unik. Ayo mulai menjelajah sekarang!

Việt NamViệt Nam15/07/2025

1. Wisata Andong: Jelajahi Desa Kuno Hahoe dan Pengalaman Budaya yang Luar Biasa

Terletak di tepi Sungai Nakdong, Desa Andong Hahoe adalah permata Andong, dengan rumah-rumah hanok kuno dan pemandangan alam yang damai. Berkunjung ke Desa Andong Hahoe—pusat budaya tradisional Korea di jantung Andong—sebuah gambaran masa lalu yang begitu hidup, di mana waktu seakan berhenti, muncul di depan mata Anda di setiap rumah hanok, kicauan burung di pagi hari, dan ritual-ritual kuno.

Desa Hahoe – Warisan UNESCO di tengah alam liar

Andong merupakan destinasi wisata populer karena Anda dapat mempelajari budaya dan sejarah tradisional Korea dengan cara yang paling intim. (Foto: Dikumpulkan)

Diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2010, Desa Hahoe Andong terletak di sepanjang Sungai Nakdong, dikelilingi pegunungan dan ladang. Arsitektur hanok tradisional di sini telah dilestarikan secara utuh selama ratusan tahun dengan atap genteng melengkung, pagar tanah liat, dan halaman berlapis batu yang menciptakan ruang yang tenang dan damai.

Desa ini dibangun berdasarkan filosofi Feng Shui, bagaikan lukisan cat air berbentuk punggung ikan besar, melambangkan kemakmuran dan keharmonisan. Meskipun tidak terlalu luas, setiap sudut kecil di sini menyimpan kisah, sepotong sejarah.

Tarian topeng Hahoe dan semangat Konfusianisme yang semarak

Museum Topeng Dunia Hahoe terletak di pintu masuk Desa Hahoe, tempat Anda dapat melihat topeng-topeng yang ditampilkan dalam tarian tradisional setempat serta berbagai topeng koleksi dari seluruh dunia. (Foto: Koleksi)

Daya tarik paling unik di Hahoe adalah tari topeng Hahoe (Hahoe Byeolsingut Talnori), sebuah bentuk kesenian rakyat yang berasal dari abad ke-12. Dengan topeng kayu buatan tangan yang khas, setiap pertunjukan menceritakan kisah rakyat, menyindir masyarakat feodal, dengan humor dan kedalaman. Jika Anda cukup beruntung untuk mengunjungi desa ini selama musim festival, Anda akan menikmati pertunjukan ini tepat di halaman desa, di bawah naungan pepohonan kuno. Ini adalah pengalaman langka yang dapat Anda nikmati saat berlibur ke Korea!

Tak hanya itu, Desa Kuno Hahoe Andong juga merupakan pusat pemikiran Konfusianisme di Korea, tempat keluarga Ryu yang terpandang dulu tinggal. Dengan mengunjungi Desa Kuno Hahoe Andong di Korea , pengunjung dapat mengunjungi perpustakaan kuno, kuil leluhur, dan berbincang dengan "penjaga api" budaya tradisional yang masih tinggal di sana.

Rasakan pengalaman menginap di hanok di desa Hahoe: hidup perlahan, hidup dalam

Satu hal yang tak boleh Anda lewatkan saat mengunjungi Andong adalah pengalaman menginap di hanok tradisional. Homestay di Desa Hahoe tak hanya menyediakan fasilitas modern, tetapi juga mempertahankan semangat aslinya, mulai dari selimut katun yang dibentangkan di atas ondol (lantai berpemanas) hingga sarapan sederhana berupa kimchi, sup rumput laut, dan nasi putih.

Bangun di ruang hanok, membuka pintu menuju udara pagi yang berkabut dan suara kokok ayam di kejauhan, Anda akan dengan jelas merasakan seperti apa "Korea tanpa terburu-buru".

Nikmati masakan Andong yang sederhana namun canggih

Jika Anda pencinta kuliner, Semur Ayam Andong (Andong Jjimdak) wajib dicoba. Dengan saus kaya rasa yang terbuat dari kecap, kentang, soun, dan sayuran, hidangan ini terasa asin dan kaya rasa rumahan. Anda juga bisa mencoba Andong Soju, anggur beras tradisional. Minuman ini memang kuat, tetapi setelah diminum, rasanya hangat dan lembut.

2. Rasakan Ekowisata Teluk Suncheon – Alam yang masih asli, pemandangan yang menawan

Diakui oleh Konvensi Ramsar dan UNESCO, Cagar Alam Lahan Basah Teluk Suncheon memiliki garis pantai alami dan ekosistem yang beragam. (Foto: Dikumpulkan)

Jika Anda mencari destinasi damai untuk mendekatkan diri dengan alam, ekowisata Teluk Suncheon adalah pilihan ideal. Terletak di Provinsi Jeollanam-do, Teluk Suncheon merupakan salah satu lahan basah terbesar di Korea , terkenal dengan ekosistem lahan basahnya yang kaya dan pemandangan alamnya yang indah.

Padang Alang-alang dan Rawa – Gambaran Alam yang Memukau

Lahan Basah Teluk Suncheon mencakup ribuan hektar, dengan hamparan alang-alang yang berkelok-kelok di sepanjang jalan setapak kayu yang panjang. Musim gugur adalah waktu terbaik untuk berkunjung, ketika alang-alang berubah warna menjadi kuning keemasan, menciptakan suasana romantis dan puitis.

Berjalan-jalan di sepanjang jalan setapak kayu panjang melintasi rawa, Anda akan menikmati udara segar, kicauan burung yang merdu, dan perasaan menyatu dengan alam. Teluk Suncheon juga merupakan rumah bagi banyak burung migrasi langka, menjadikan ekowisata Teluk Suncheon destinasi favorit bagi mereka yang gemar mengamati satwa dan fotografi alam.

Cagar Alam dan Taman Ekologi Teluk Suncheon

Teluk Suncheon juga memiliki cagar alam yang dikelola secara ketat untuk melindungi tumbuhan dan hewan liar. Taman Ekologi Suncheon menawarkan kegiatan edukasi lingkungan untuk membantu pengunjung lebih memahami pentingnya ekosistem lahan basah.

Anda dapat mengikuti tur berpemandu untuk menjelajahi area khusus, mendengarkan penjelasan tentang makhluk-makhluk tersebut, atau bersantai di area istirahat yang lapang.

Menyaksikan matahari terbenam di Ekowisata Teluk Suncheon pasti akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Sinar matahari sore menyebar di permukaan air, memantulkan warna oranye-kuning yang cemerlang, menciptakan pemandangan alam yang hidup dan emosional.

3. Tur Desa Hanok Gyeongju – Perjalanan kembali ke masa lalu Korea yang kuno

Gyeongju memang “kuno tapi tidak ketinggalan zaman”. (Foto: Dikumpulkan)

Terakhir, dalam perjalanan untuk menemukan tanah tersembunyi di Korea adalah kota tua hanok Gyeongju, di mana rumah-rumah hanok tradisional dilestarikan dengan gaya vintage yang penuh seni yang tidak boleh Anda lewatkan.

Gyeongju – Kota bersejarah dengan keindahan abadi

Gyeongju dikenal sebagai "museum hidup" Korea, karena pernah menjadi ibu kota Dinasti Silla yang agung. Di jalan hanok Gyeongju, Anda akan menemukan gang-gang sempit yang dipenuhi rumah-rumah hanok yang terawat baik, di samping kafe-kafe retro, toko kerajinan tangan, dan toko roti vintage.

Kopi dan Seni – Rasakan pengalaman menjelajahi ruang nostalgia di tengah jalan hanok tua Gyeongju

Banyak kafe di jalanan hanok Gyeongju yang dirancang bergaya vintage, menggunakan furnitur kayu klasik dan dihiasi benda-benda tua, menciptakan ruang yang nyaman dan penuh nostalgia. Ini adalah tempat ideal bagi Anda untuk bersantai, menyesap secangkir kopi, dan merasakan kedamaian kota kuno.

Jelajahi toko seni dan kerajinan tradisional

Jalan Hwangnidan-gil di Gyeongju terkenal dengan banyak kafe bergaya hanok dan toko suvenir unik. (Foto: Koleksi)

Desa Hanok Gyeongju juga terkenal dengan toko-toko kerajinan tangannya, tempat Anda dapat membeli suvenir unik seperti tembikar, kain sulaman tangan, atau produk yang mereproduksi budaya tradisional.

Festival dan acara budaya tradisional

Jika berkesempatan, Anda wajib mengikuti festival budaya yang diselenggarakan di kota tua hanok Gyeongju untuk menikmati suasana festival yang kental dengan identitas Korea. Ini juga merupakan kesempatan bagi Anda untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah dan adat istiadat negeri ini.

Ingin merasakan Korea yang berbeda dan lebih mendalam ? Jelajahi Desa Andong Hahoe, Ekowisata Teluk Suncheon, dan Jalan Hanok Gyeongju. Tidur di hanok, saksikan matahari terbenam di rawa, berjalan-jalan di jalanan vintage... setiap destinasi punya kisah. Sedikit turis, banyak kehidupan. Ini adalah perjalanan bagi mereka yang ingin keluar dari jalur yang biasa. Perjalanan ini tidak hanya menghadirkan momen relaksasi yang luar biasa, tetapi juga membantu Anda lebih memahami budaya, alam, dan sejarah Korea yang unik.

Sumber: https://www.vietravel.com/vn/am-thuc-kham-pha/kham-pha-han-quoc-xua-tu-lang-hahoe-den-pho-hanok-gyeongju-ba-diem-du-lich-truyen-thong-v17568.aspx


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk