Berlawanan dengan kepercayaan umum bahwa Anda memerlukan gelar di bidang pembelajaran mesin atau teknik untuk sukses dalam waktu dekat, CEO Amazon Web Services (AWS) Matt Garman menegaskan bahwa hal terpenting adalah melatih “soft skills” seperti kreativitas dan kemampuan beradaptasi.
Berbagi dengan CNBC , Garman mengatakan dia menasihati putranya - seorang siswa sekolah menengah yang sedang mempersiapkan diri untuk kuliah - untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis terlepas dari jurusannya.
"Saya pikir bagian dari kuliah adalah membangun pemikiran kritis. Ini bukan hanya tentang mempelajari keterampilan tertentu, tetapi tentang belajar bagaimana menjadi orang yang bijaksana. Dalam beberapa hal, itu akan menjadi keterampilan terpenting di masa depan," ujarnya.

Menurut Garman, di era AI, berpikir kritis akan menjadi kunci utama kesuksesan. "Anda harus kreatif, berpikir kritis, dan fleksibel. Kemampuan mempelajari hal-hal baru dan beradaptasi akan sama pentingnya dengan keterampilan teknis apa pun," tegasnya.
Daftar pekerjaan dan keterampilan yang dapat digantikan oleh AI semakin bertambah. Bahkan Amazon — tempat Garman bekerja — telah mengumumkan rencana untuk mengurangi staf kantor dan menggunakan lebih banyak perangkat AI.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa AI tidak mungkin menggantikan kecerdasan manusia dalam menghasilkan ide-ide baru atau membuat penilaian yang canggih.
CEO OpenAI Sam Altman pernah berkomentar di Howard University pada tahun 2024: “AI dapat menghasilkan banyak ide bagus, tetapi manusia masih perlu memahami apa yang sebenarnya diinginkan orang.”
Keterampilan berpikir kritis dapat dilatih di mana saja. Pekerja dapat meningkatkan keterampilan mereka melalui kebiasaan sehari-hari seperti bermain game strategi atau mengajukan lebih banyak pertanyaan.
Beberapa kursus daring gratis juga membantu meningkatkan pemikiran kritis dan keterampilan komunikasi.
Setelah Anda menguasai keterampilan ini, Anda dapat menunjukkannya kepada pemberi kerja dengan memberikan contoh masalah sulit yang telah Anda pecahkan, atau mengajukan pertanyaan mendalam yang menunjukkan keingintahuan dan keterampilan komunikasi, menurut pakar LinkedIn Andrew McCaskill.
Selain berpikir kritis, Garman juga menekankan dua keterampilan lunak penting lainnya: kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru, terutama AI, dan komunikasi yang efektif.
Studi menunjukkan bahwa manusia masih mengungguli AI dalam komunikasi berkat kemampuan mereka membaca bahasa tubuh, menunjukkan empati dan kecerdasan emosional, mendengarkan secara aktif, dan menanggapi dengan penuh pertimbangan.
“Keterampilan ini penting saat ini dan akan menjadi lebih penting lagi di masa depan,” tegas Garman.
Menurut laporan LinkedIn Februari 2024, seiring AI secara bertahap menggantikan pekerjaan administratif, pemberi kerja mencari kandidat yang dapat beradaptasi cepat terhadap perubahan teknologi.
Meskipun AI handal dalam banyak tugas, Garman mengatakan sebagian besar pelanggan "masih ingin berbicara dengan manusia" untuk mendapatkan perhatian dan perspektif personal. Keterampilan ini "akan terus menjadi sangat penting untuk waktu yang lama," ujarnya.
(Menurut CNBC)

Sumber: https://vietnamnet.vn/khong-phai-lap-trinh-day-moi-la-ky-nang-so-1-phai-co-trong-ky-nguyen-ai-2431887.html
Komentar (0)