Departemen Keuangan Filipina telah mengusulkan pengurangan tarif impor untuk menurunkan harga beras domestik. (Sumber: Financial Times) |
Menteri Keuangan Benjamin Diokno mengatakan Kementerian Keuangan dan Perencanaan Ekonomi mengusulkan untuk mengurangi tarif impor beras dari 35% menjadi 0-10%.
Berdasarkan mekanisme revisi yang dikeluarkan pada tahun 2021, tarif impor beras dari negara-negara di luar Asia Tenggara telah dikurangi dari 40-50% menjadi 35%, sama dengan tarif yang diterapkan kepada pemasok di kawasan tersebut.
Kementerian juga mendorong sektor swasta untuk segera mengimpor beras dan mempercepat pengurusan bea cukai dengan importir yang memenuhi syarat.
Sebelumnya, pada Agustus 2023, Departemen Pertanian Filipina merekomendasikan impor beras tambahan sebanyak 500.000 ton sekitar November 2023-Januari 2024, untuk mengkompensasi kemungkinan penurunan produksi akibat fenomena cuaca ekstrem El Nino.
Filipina adalah salah satu importir beras terbesar di dunia.
Minggu lalu, negara itu memberlakukan batasan harga untuk melindungi konsumen dari melonjaknya harga beras di tengah lonjakan penimbunan pedagang.
Inflasi harga beras Filipina mencapai 4,2% pada bulan Juli, tertinggi sejak 2019. Inflasi secara tak terduga naik untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan menjadi 5,3% pada bulan Agustus, terutama karena harga pangan dan biaya transportasi yang lebih tinggi.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)