Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Pemimpin Suriah tidak berjabat tangan dengan menteri luar negeri Jerman, apa kata menteri luar negeri Prancis?

Báo Thanh niênBáo Thanh niên06/01/2025

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot berbicara tentang pemimpin Suriah Ahmed al-Sharaa yang tidak berjabat tangan saat menerima Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock.


Lãnh đạo Syria không bắt tay nữ ngoại trưởng Đức, ngoại trưởng Pháp nói gì?- Ảnh 1.

Tuan al-Sharaa (kanan) menerima Tuan Barrot dan Nyonya Baerbock di Damaskus pada tanggal 3 Januari.

Kantor berita AFP pada tanggal 5 Januari mengutip Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot yang mengatakan bahwa ia ingin pemimpin baru Suriah, Ahmed al-Sharaa, berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock selama kunjungannya ke Damaskus minggu lalu, meskipun ia menekankan bahwa itu bukan tujuan perjalanannya.

Tuan Barrot dan Tuan Baerbock pada tanggal 3 Januari menjadi tokoh Barat paling senior yang mengunjungi ibu kota Suriah sejak pasukan militer pimpinan oposisi menggulingkan penguasa lama Bashar al-Assad bulan lalu.

Namun, pertemuan mereka dengan Bapak al-Sharaa kontroversial karena pemimpin Muslim tersebut berjabat tangan dengan Bapak Barrot, tetapi tidak dengan Ibu Baerbock. Bapak al-Sharaa justru meletakkan tangannya di dada untuk menyambutnya.

Menurut The New Arab , Tuan Barrot awalnya meletakkan tangannya di dadanya, tetapi kemudian berjabat tangan ketika Tuan al-Sharaa mengulurkan tangannya.

Intelijen Ukraina: Rusia memindahkan peralatan militer dari Suriah ke Libya

Beberapa keyakinan Islam yang ketat melarang segala kontak fisik antara orang-orang dari lawan jenis kecuali mereka telah menikah atau memiliki hubungan dekat.

Perkembangan ini menuai reaksi dari sejumlah netizen yang mengungkapkan kekhawatiran tentang peraturan masa depan di Suriah, sementara yang lain mengatakan bahwa al-Sharaa bebas memilih untuk berjabat tangan dengan wanita atau tidak, dan bahwa tidak berjabat tangan bukanlah tindakan tidak hormat.

"Apakah saya berharap Bapak Ahmed al-Sharaa berjabat tangan dengan rekan saya dari Jerman? Jawabannya adalah ya. Apakah itu tujuan kunjungan ini? Jawabannya adalah tidak," ujar Menteri Luar Negeri Barrot setelah kunjungan tersebut.

Ia menunjuk pada sejumlah isu termasuk nasib puluhan ribu anggota Negara Islam (IS) yang ditahan di Suriah dan risiko penyebaran persenjataan kimia milik al-Assad.

“Jika saya tidak pergi ke Suriah, siapa yang akan melindungi rakyat Prancis dari ancaman-ancaman ini, dari keselamatan mereka?” tanyanya.

"Kami sedang berbicara dengan otoritas transisi untuk menyampaikan pesan yang sangat jelas dan tegas tentang harapan kami terkait transisi politik agar Suriah dapat pulih," ujar diplomat tersebut.

Setelah satu dekade Iran dan Rusia mendukung rezim al-Assad dalam perang saudara Suriah, Barrot mengatakan penting agar tidak ada kekuatan asing yang memanfaatkan pergantian rezim untuk melemahkan Suriah. "Masa depan Suriah adalah milik rakyat Suriah," tambahnya.


[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/lanh-dao-syria-khong-bat-tay-nu-ngoai-truong-duc-ngoai-truong-phap-noi-gi-185250106084403619.htm

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk