Empat tahun lalu menandai titik balik utama bagi lini laptop Macbook ketika Apple memutuskan untuk berhenti menggunakan chip Intel dan beralih ke Apple Silicon (atau chip M) yang dikembangkan sendiri.
Keputusan ini bukan hanya perubahan teknologi tetapi juga perubahan strategis jangka panjang bagi Apple, yang membantu perusahaan mengendalikan kinerja dan kemampuan mengintegrasikan perangkat keras dengan perangkat lunak dengan lebih baik.
Hingga saat ini, telah lahir generasi laptop yang menjalankan chip M4 yang dibangun di atas teknologi 3 nanometer, yang dianggap sebagai lini chip paling canggih untuk komputer pribadi.
Saat ini, jika dilihat secara umum, chip MacBook seri M memiliki banyak keunggulan dan merupakan pilihan optimal bagi sebagian besar pengguna. Namun, ini tidak berarti chip MacBook Intel telah sepenuhnya kehilangan posisinya.
Kehadiran chip generasi baru telah memberikan pengguna biasa akses ke lini Macbook yang menjalankan chip Intel, dengan harga yang sama dengan laptop murah di pasaran.
Lini MacBook yang menggunakan chip Intel masih diminati dan digunakan banyak orang. (Foto: Chi Hieu)
Tn. Nguyen Thanh Nam (25 tahun, Dong Da, Hanoi ) bekerja sebagai pembuat konten di jejaring sosial, sering menggunakan komputer untuk menjelajahi web, menulis konten, dan mengedit gambar sederhana.
Atas dasar kebutuhan pokoknya pula, Bapak Nam membeli Macbook 2015 dengan chip Intel Core i7 dan RAM 16 GB, saat ini di tahun 2024. Mesin tersebut memang sudah memenuhi kebutuhan pokoknya, namun harganya hanya 7 juta VND.
Saya sangat menyukai produk Apple, tetapi saya lebih suka membeli produk bekas untuk menghemat uang. Macbook yang baru saya beli memberikan pengalaman yang cukup baik dengan kualitas tampilan dan finishing yang indah.
"Namun, laptop ini merupakan generasi yang dirilis lama, sehingga saat digunakan, cepat panas dan baterainya hanya bertahan sekitar 3 jam saja," ungkap Nam.
Menghabiskan 50 juta pada tahun 2019 untuk membeli Macbook 16 inci yang menjalankan chip Intel core I9, saat ini mesin berusia 5 tahun tersebut masih melayani pekerjaan pemrosesan gambar, dengan banyak tugas pemrosesan grafis berat untuk Tn. Nguyen Manh Quan (Long Bien, Hanoi).
Pak Quan mengatakan bahwa komputer bagaikan benda yang "tak terpisahkan" karena semua pekerjaannya ditangani oleh komputer ini. Seiring berjalannya waktu, daya tahan baterai Macbook semakin menipis, dan Pak Quan juga terbiasa menggunakannya sambil mengisi daya untuk memastikan kinerjanya tetap optimal.
Kelemahan laptop yang menggunakan chip Intel adalah cepat panas, dan mesin akan dengan mudah menyalakan kipas pendingin. Namun, jika Anda bisa mengabaikan ketidaknyamanan itu, sebagai gantinya, laptop ini dilengkapi dengan layar beresolusi 3K, teknologi IPS, 6 speaker, serta GPU Radeon Pro 5300M, sebuah chip Intel Core i9 yang memberikan performa grafis tinggi. Macbook 2019 ini pasti akan menemani saya beberapa tahun lagi," tegas Bapak Quan.
Harga termurah untuk model Macbook yang menjalankan chip Intel hanya mulai 4 juta VND.
Fakta bahwa ia masih menyediakan kinerja yang memadai, bersama dengan biaya pembelian Macbook lama yang jauh lebih rendah daripada Macbook generasi baru, juga membuat pasar ini bergairah.
Bapak Vo Thai Anh, perwakilan Brostore (Dong Da, Hanoi), yang khusus menyediakan model Macbook lama, berkomentar, "Apple meluncurkan chip M4 pada akhir Oktober. Lini Macbook yang menggunakan chip Intel ini memiliki harga yang sedikit lebih rendah. Generasi ini sering dianggap sebagai "pasar khusus" yang saat ini memiliki harga terjangkau untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengguna."
Jika merujuk pasar, lini Macbook lama menyasar hampir semua kalangan umur di segmen menengah ke bawah dengan harga terjangkau, hanya di kisaran 4 - 6 juta VND saja, Anda bisa menemukan dan membeli lini Macbook Air tahun 2014-2017 dengan layar 13 inci atau Macbook Pro 2015 dengan layar 13 inci untuk memenuhi kebutuhan kantor, belajar, menonton film, dan hiburan dasar.
Bahkan banyak model Macbook 15 inci yang menggunakan chip Intel memiliki performa yang cukup baik untuk menjalankan grafis dan menulis pemrograman COD. Macbook "generasi terakhir" yang menggunakan chip Intel yang diproduksi pada tahun 2019 dan 2020 masih dibanderol dengan harga 12-17 juta VND.
Di situs jejaring sosial, tidak sulit menemukan Macbook yang menjalankan chip Intel dengan harga yang sangat terjangkau, namun, menurut Bapak Thai Anh, seseorang harus berhati-hati dengan model "lama".
"Jika pengguna memilih Macbook bekas karena harganya yang terjangkau, tetapi kualitas finishingnya bagus dan keindahan yang membuat lini produk ini terkenal, maka sebelum mengeluarkan uang untuk memilikinya, mereka perlu memiliki keterampilan untuk memeriksa layar dan masa pakai baterainya, serta memastikan komponen-komponennya belum diganti atau diperbaiki. Jika membeli di toko, sebaiknya pilih tempat yang tepercaya dengan garansi dan dukungan jangka panjang," saran Bapak Thai Anh.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)