Pada tanggal 7 dan 8 Desember 2024, Festival Kuliner Internasional ke-12 berlangsung di Area Korps Diplomatik , Hanoi. Festival ini merupakan acara tahunan bertema budaya, kuliner, dan diplomasi internasional dengan partisipasi kedutaan besar berbagai negara, pusat kebudayaan asing, departemen luar negeri setempat, serta dukungan dari pelaku bisnis, asosiasi, sponsor, dan lembaga di bawah Kementerian Luar Negeri.

Dengan tema Gastronomi Persatuan - Masakan yang Bersambung, Festival Kuliner Internasional 2024 mengumpulkan lebih dari 130 stan, membuka ruang budaya kuliner yang penuh warna. Para pengunjung berpartisipasi dalam berbagai kegiatan promosi dan pengalaman kuliner mengesankan yang dibawakan oleh para seniman dan koki profesional Vietnam bersama tamu-tamu mancanegara, seperti: roti raksasa yang disajikan dengan saus cabai Chin-su, banh chung khas Barat Laut dari desa Thai Hai, pho roll warna-warni sepanjang 12 meter...

Berbicara di acara tersebut, Ibu Pauline Tamesis, Koordinator Residen PBB di Vietnam, menyampaikan: "Acara ini telah mempertemukan orang-orang dari berbagai budaya melalui bahasa kuliner yang sama. Dari cita rasa Asia Tenggara yang kaya hingga hidangan lezat Eropa, Festival Kuliner Internasional membuka perjalanan pengalaman yang kaya dan beragam."

Masan C 1.jpg
Pameran roti istimewa dari 3 daerah ini menarik pengunjung untuk berkunjung dan merasakannya. Foto: Masan Consumer

Stan Chin-su menarik pengunjung

Sebagai sponsor utama Festival Makanan Internasional ke-12, Masan Consumer Corporation (Masan Consumer) menghadirkan merek unggulannya, Chin-su, baik domestik maupun internasional. Kehadiran Chin-su ini telah menarik perhatian besar karena merek tersebut terus menorehkan namanya di peta kuliner internasional.

Masan C 2.jpg
Para pengunjung yang antusias mengantre untuk mengunjungi stan Chin-su dan merasakan langsung kegiatan di festival tersebut. Foto: Masan Consumer

Sebagai perusahaan barang konsumen terkemuka di Vietnam, produk-produk terkenal Masan Consumer seperti saus cabai Chin-Su, saus ikan Nam Ngu, kopi Vinacafé, mi Omachi... hadir di lebih dari 20 negara dan wilayah di seluruh dunia.

November lalu, saus cabai Chin-su muncul di papan reklame raksasa di jalan-jalan ramai di Korea dan Jepang, seperti Myeongdong (Seoul) dan Dotonbori (Osaka). Hal ini menciptakan dampak yang kuat, menarik banyak pengunjung untuk mampir. Tagar #Chinsujapan atau #Chinsukorea juga tersebar di media sosial, mengukuhkan jejak perjalanan Chin-su Go Global - Keliling Dunia.

Masan C 3.jpg
Citra saus cabai Chin-su yang muncul di papan reklame raksasa di Korea dan Jepang pernah menimbulkan kehebohan. Foto: Masan Consumer
Masan C 4.jpg
Para tamu asing banyak memberikan pujian atas perlengkapan bumbu Chin-su. Foto: Masan Consumer

Ibu Anna dari Turki, yang hadir lebih awal di acara tersebut, berbagi: “Berkat kedatangan saya ke sini, saya telah menikmati banyak hidangan dari negara-negara yang belum pernah saya kunjungi. Khususnya, saya sangat antusias untuk datang ke stan Chin-su untuk mencoba saus cabai Chin-su Sriracha. Seorang teman saya yang pernah ke Jepang mengatakan bahwa produk ini cukup populer di kalangan orang Jepang. Dan memang, rasa pedas saus cabai Chin-su Sriracha membuat hidangan apa pun terasa lebih lezat.”

Berkontribusi dalam mempromosikan masakan Vietnam

Partisipasi Masan Consumer dalam Festival Makanan Internasional ke-12 tidak hanya berkontribusi untuk menghargai cita rasa unik rempah-rempah Vietnam, tetapi juga memperkenalkan inti sari masakan Vietnam kepada teman-teman di seluruh dunia. Dengan strategi "Go Global - Make Vietnamese Foods Global Foods", Masan Consumer terus berupaya mempromosikan produk secara luas di seluruh dunia, sehingga mengangkat kuliner Vietnam di pasar internasional.

Masan C5.jpg
Para pengunjung mendaftar di stan Chin-su untuk menerima hadiah spesial. Foto: Masan Consumer

Raja, seorang pemilik kios asal Pakistan dan pemilik jaringan restoran Nan kabab di Hanoi, berbagi bahwa setelah 19 tahun tinggal di Vietnam, ia menyadari adanya kemiripan dalam cara penggunaan rempah-rempah untuk menyiapkan hidangan Vietnam dengan hidangan di tanah kelahirannya. Menurutnya, Festival Makanan Internasional merupakan kesempatan yang luar biasa untuk menghubungkan budaya kuliner berbagai negara, sekaligus membantu orang asing seperti dirinya menemukan lebih banyak kekayaan rempah-rempah dan kuliner Vietnam.

Orang Vietnam dan Pakistan sama-sama menggunakan rempah-rempah dalam masakan mereka untuk menciptakan cita rasa yang unik. Saya telah memasak hidangan Pakistan dengan rempah-rempah Vietnam, bahkan bistik sapi Vietnam dengan rempah-rempah Pakistan, dan menerima banyak pujian. Saya senang berada di sini untuk mempelajari lebih lanjut tentang masakan Vietnam, serta berkesempatan untuk memperkenalkan hidangan tradisional Pakistan dan karakteristik makanan halal,” ujar Raja.

Festival Makanan Internasional 2024 telah menjadi acara yang berkesan dengan banyak kesan baik.

Vinh Phu