Dalam 9 bulan pertama tahun ini, pasar mana saja yang diekspor minyak bumi oleh Vietnam? Pasar mana saja yang paling banyak mengimpor minyak bumi dari Vietnam pada tahun 2023? |
Menurut data Departemen Umum Bea Cukai, pada Januari 2024, Vietnam mengekspor barang ke Laos senilai 56,8 juta USD, meningkat 104% dibandingkan hasil 27,8 juta USD yang tercatat pada periode yang sama tahun 2023.
Di ASEAN, Laos merupakan pasar ekspor barang terbesar ke-7, di atas Myanmar dengan 31,5 juta USD dan Brunei dengan 1,3 juta USD.
Minyak bumi merupakan barang yang paling banyak diekspor Vietnam ke Laos pada Januari 2024 dengan nilai 11,5 juta USD. |
Pada bulan pertama tahun 2024, Vietnam mengekspor 18 komoditas utama ke Laos. Khususnya, Vietnam hanya mencatat penurunan nilai pada 3 komoditas tersebut dibandingkan periode yang sama di tahun 2023. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan antara lain sayuran dan buah-buahan sebesar 36,5%, pupuk sebesar 28%, dan tekstil sebesar 11,4%.
Sebaliknya, Vietnam mencatat 15 item dengan pertumbuhan omzet positif dibandingkan periode yang sama, dengan 8 item tumbuh 3 digit. Khususnya, kawat dan kabel listrik mencatat peningkatan sebesar 445%, item dengan tingkat pertumbuhan tertinggi. Berikutnya adalah produk kimia dengan +407%; kayu dan produk kayu +362%; minyak bumi +275%; logam dasar +233%; produk besi +178%; kopi +150%; serta alat transportasi dan suku cadang +118%.
Vietnam memiliki 9 komoditas dengan omzet jutaan dolar AS, dengan total 33,04 juta dolar AS, yang menyumbang 59% dari omzet ekspor barang ke Laos. Minyak bumi merupakan komoditas dengan omzet terbesar, yaitu 11,5 juta dolar AS. Volume ekspor minyak bumi ke Laos pada bulan tersebut mencapai 14.277 ton, volume ekspor tertinggi dari Januari 2023 hingga Januari 2024.
Berikutnya adalah minyak bumi, barang dari besi dan baja sebesar 5,44 juta USD; alat angkut dan suku cadangnya mencapai 4,3 juta USD; mesin, peralatan, perkakas dan suku cadang lainnya mencapai 3,26 juta USD; besi dan baja segala jenis mencapai 2,98 juta USD.
Berikutnya adalah produk keramik yang mencapai 1,82 juta USD; produk plastik mencapai 1,43 juta USD; sayur-sayuran dan buah-buahan mencapai 1,23 juta USD; kertas dan produk kertas mencapai 1,03 juta USD.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)