(CLO) Pada malam 17 Maret, sebuah pesawat maskapai Lanhsa (Honduras) jatuh ke laut setelah lepas landas dari Pulau Roatán, di lepas pantai Honduras. Menurut otoritas setempat, kecelakaan tersebut menewaskan 6 orang.
Kepala petugas pemadam kebakaran Wilmer Guerrero mengatakan delapan penumpang mungkin masih terjebak di dalam pesawat.
Tim penyelamat membawa korban. Tangkapan layar.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Roatán, Lisandro Muñoz, mengonfirmasi kepada Noticiero Hoy Mismo bahwa pesawat tersebut jatuh ke air tak lama setelah meninggalkan landasan pacu. "Pekerjaan penyelamatan dan pemulihan sangat sulit karena pesawat tersebut jatuh ke laut," tegasnya.
Tidak ada laporan cuaca resmi pada saat kecelakaan terjadi, tetapi daerah tersebut rawan angin kencang dan gelombang laut yang tinggi, yang dapat memengaruhi lepas landas dan pendaratan.
Pesawat Jetstream yang jatuh membawa 17 orang, termasuk tiga awak, menurut informasi dari Menteri Perhubungan Honduras. Namun, jumlah pasti korban belum diumumkan secara lengkap.
Daftar penumpang yang dipublikasikan media lokal menunjukkan bahwa penerbangan tersebut membawa satu warga negara AS, satu warga negara Prancis, dan dua anak di bawah umur. Pesawat tersebut dijadwalkan terbang ke Bandara La Ceiba, yang terletak di daratan Honduras.
Lanhsa (Línea Aérea Nacional de Honduras) adalah maskapai penerbangan kecil dari Honduras yang sebagian besar mengoperasikan rute domestik dan jarak pendek. Maskapai ini memiliki rekam jejak operasi yang aman, tetapi prosedur perawatan pesawatnya banyak dikritik.
Roatan, destinasi wisata populer di Honduras, telah mengalami beberapa kecelakaan pesawat sebelumnya. Pada tahun 2022, sebuah pesawat pribadi jatuh saat mendarat, menewaskan lima orang.
Cao Phong (menurut Lanhsa, Reuters)
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/may-bay-honduras-roi-xuong-bien-sau-khi-cat-canh-6-nguoi-thiet-mang-post338982.html
Komentar (0)