Spanyol Nyonya Lucia mengunjungi Dani Alves di penjara dan membenarkan bahwa putranya dituduh secara keliru melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita muda.
Alves ditangkap polisi di kantor polisi Mossos d'Esquadra de Les Corts di Barcelona, Spanyol, dan dibawa ke pengadilan Ciutat de la Justicia pada 20 Januari. Ia ditahan di penjara Brians 1 selama lebih dari empat bulan, sebelum dipindahkan ke Brians 2, tempat sebagian besar tahanan didakwa melakukan penyerangan seksual.
Akhir pekan lalu, Ibu Lucia, Luci dan Domingo - dua saudara Alves - pergi ke Brians 2 untuk mengunjungi dan menunjukkan dukungan kepada bek Brasil tersebut.
Saat meninggalkan Brians 2, Ibu Lucia mengatakan ia "percaya pada ketidakbersalahan putranya" karena Alves adalah orang yang baik. Ia juga menegaskan bahwa ia "kuat dan menunggu saat di mana ketidakbersalahan putra saya akan terbukti".
Sementara itu, saudara laki-laki Ney - yang secara teratur memperbarui informasi tentang insiden tersebut di media sosial - meyakinkan mereka yang masih mendukung Alves bahwa bek Brasil itu "baik-baik saja" dan berharap saudaranya segera terbukti tidak bersalah.
Lucia dan kedua putranya meninggalkan penjara Brians 2 setelah mengunjungi Dani Alves. Foto: tangkapan layar
Pada awal Februari, istrinya saat ini, Joana Sanz, mengunjungi Alves di penjara dan berkata: "Saya tidak akan meninggalkan Alves sendirian di saat terburuk dalam hidupnya." Namun, model Spanyol itu kemudian mengumumkan bahwa ia telah memutuskan hubungan dengan Alves dan pindah dari rumah di Barcelona—sebuah properti milik mantan bek Barca tersebut.
Dana Dinorah, yang menikah dengan Alves dari tahun 2008 hingga 2011, juga membela mantan suaminya, dengan mengatakan bahwa bek Brasil itu tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. "Saya sudah mengenal Alves selama 22 tahun dan dia tidak akan pernah melakukan ini. Keluarga khawatir karena mereka ingin bertemu Alves, tetapi belum bisa mendekatinya," ujarnya.
Surat kabar Spanyol Mundo Deportivo mengatakan dukungan dari kerabat merupakan "dorongan" bagi Alves di tengah situasi yang semakin rumit. Kamera keamanan di klub malam Sutton merekam perempuan berusia 23 tahun itu menangis dan mengalami cedera lutut pada malam ia menuduh Alves melakukan kekerasan seksual.
Video tersebut memperlihatkan Dani Alves (mengenakan topi yang ditunjuk MC) di dekat korban saat insiden itu terjadi.
Sementara itu, pengacara Alves, Cristobal Martell, berargumen bahwa perempuan tersebut tidak memiliki tanda atau luka yang menunjukkan adanya pemerkosaan atau kekerasan seperti yang dituduhkan. Pengacara tersebut mengatakan bahwa laporan medis dari klinik rumah sakit yang dikunjungi perempuan tersebut keesokan paginya setelah kejadian membuktikan bahwa keduanya melakukan hubungan seks atas dasar suka sama suka.
Pengacara Alves juga berargumen bahwa rekaman dari kamera keamanan klub malam tersebut bertentangan dengan kesaksian perempuan berusia 23 tahun tersebut. Martell juga menjelaskan bahwa cedera lututnya merupakan akibat hubungan seksual suka sama suka di sebuah kamar mandi kecil. Berdasarkan argumen-argumen ini, Martell kembali mempertanyakan kebenaran kesaksian penggugat dan meminta agar Alves dibebaskan dengan jaminan.
Hong Duy
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)