
Logo Windows 11 - Foto: GETTY IMAGES
Menurut WinBuzzer, rumor ini pertama kali muncul pada pertengahan Agustus melalui unggahan di media sosial.
Beberapa pengguna melaporkan bahwa setelah menginstal pembaruan KB5063878 dan KB5062660, SSD—terutama yang kapasitasnya terisi lebih dari 60%—dapat mengalami kesalahan serius saat menulis data dalam jumlah besar, yang menyebabkan hilangnya aksesibilitas.
Informasi tersebut dengan cepat menyebar melalui platform seperti YouTube dan X, menimbulkan kekhawatiran di komunitas teknologi. Rumor tersebut juga menargetkan SSD yang menggunakan kontroler dari Phison, salah satu produsen utama di industri ini.
Sebagai salah satu perancang pengontrol flash NAND terbesar di dunia , reputasi Phison sedang diuji.
Pada tanggal 18 Agustus, perusahaan mengumumkan penyelidikan berskala besar, mengerahkan sumber daya yang signifikan untuk mengklarifikasi masalah tersebut.
Pada tanggal 27 Agustus, Phison mengumumkan hasilnya: mereka telah melakukan lebih dari 2.200 siklus pengujian dengan total 4.500 jam tetapi tidak dapat mereplikasi insiden penyebaran jaringan tersebut.
"Kami belum dapat mereproduksi bug yang dilaporkan, dan hingga saat ini, tidak ada mitra atau pelanggan yang melaporkan bahwa drive mereka terpengaruh," demikian konfirmasi juru bicara Phison.
Microsoft juga meluncurkan investigasi paralel dan mengumumkan pada tanggal 29 Agustus di Windows Release Health bahwa data diagnostik tidak menunjukkan peningkatan yang tidak biasa dalam kesalahan disk.
"Setelah penyelidikan menyeluruh, kami tidak menemukan kaitan antara pembaruan keamanan Windows Agustus 2025 dan kegagalan hard drive seperti yang dirumorkan," kata seorang perwakilan Microsoft.
Investigasi independen dan konsisten dari Microsoft dan Phison telah menunjukkan bahwa pembaruan Windows 11 tidak merusak SSD. Rumor tentang "kesalahan yang merusak hard drive" sebenarnya salah.
Phison juga merekomendasikan agar pengguna menggunakan solusi pendinginan yang tepat saat menjalankan tugas berat untuk menghindari panas berlebih. Microsoft, di pihak lain, berkomitmen untuk terus memantau umpan balik setelah setiap pembaruan dan menyelidiki setiap laporan baru.
Insiden ini menggambarkan betapa cepat dan mengkhawatirkannya informasi yang tidak terverifikasi dapat menyebar di dalam komunitas teknologi.
Sumber: https://tuoitre.vn/microsoft-phison-bac-bo-tin-don-windows-11-lam-hong-o-ssd-20250901105234254.htm








Komentar (0)