Hari ini (25 November), Laksamana Rob Bauer, Ketua Komite Militer Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO), mendesak para pemimpin bisnis untuk bersiap menghadapi prospek perang dan menyesuaikan jalur produksi dan distribusi dengan tepat.
Laksamana Rob Bauer, Ketua Komite Militer NATO
Berbicara di acara Pusat Kebijakan Eropa di Brussels pada 25 November, Laksamana Rob Bauer meminta para pelaku bisnis NATO untuk membantu memastikan semua layanan utama dan produksi barang tetap beroperasi dalam situasi apa pun. Menurutnya, hal ini merupakan kunci penting agar NATO dapat menggunakan langkah-langkah pencegahan secara efektif.
"Kita menyaksikan semakin banyak tindakan sabotase, dan Eropa menghadapinya di sektor pasokan energi," kata Laksamana Bauer sebagaimana dikutip Reuters.
Ketua Komite Militer NATO telah mengeluarkan peringatan mengenai ancaman dari negara-negara seperti Rusia dan China.
Misalnya, Laksamana Bauer mencatat bahwa Barat bergantung pada pasokan yang berasal dari China, dengan 60% dari semua bahan tanah jarang diproduksi dan 90% bahan diproses di negara Asia Timur.
China juga merupakan pemasok bahan kimia yang digunakan dalam obat penenang, antibiotik, antiperadangan, dan perawatan tekanan darah.
Laksamana tersebut mencatat bahwa para pemimpin bisnis di Eropa dan AS perlu menyadari bahwa keputusan komersial yang mereka buat akan memiliki konsekuensi strategis bagi keamanan nasional negara-negara tersebut.
"Bisnis perlu bersiap menghadapi skenario perang dan menyesuaikan rantai produksi serta distribusinya. Hal ini karena meskipun kemenangan di medan perang mungkin bergantung pada militer, ekonomilah yang memenangkan perang," pungkas Ketua Komite Militer NATO.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/nato-keu-goi-doanh-nghiep-san-sang-cho-vien-canh-chien-tranh-185241125191038209.htm
Komentar (0)