TPO – Ikan bulat sering disebut 'ikan surgawi' oleh penduduk desa nelayan Nghi Thuy (kota Vinh, Nghe An ). Hidangan unik ini sangat populer, terutama selama Tet.
TPO – Ikan bulat sering disebut 'ikan surgawi' oleh penduduk desa nelayan Nghi Thuy (kota Vinh, Nghe An). Hidangan unik ini sangat populer, terutama selama Tet.
Saat ini, warga di desa nelayan Nghi Thuy (Kota Vinh, Nghe An) sedang sibuk mengukus ikan lele khas mereka. Setiap hari, beberapa rumah tangga mengolah 300-500 kg ikan untuk memenuhi permintaan pasar Tet. |
Sejak pukul 3 pagi, Ibu Vo Thi Thu (lahir tahun 1975) dan putrinya pergi ke dermaga, menunggu perahu nelayan kembali, dan memilih untuk membeli ikan segar, besar, dan lezat. Mereka membawa pulang ikan-ikan tersebut, mencucinya, meniriskannya, lalu mulai membentuknya. |
Ikan dipilih yang segar dan lezat, dengan daging yang padat. Setelah dibersihkan dengan garam, ikan dibengkokkan sehingga mulut ikan menutupi seluruh ekornya sehingga membentuk lingkaran. Proses pembengkokan ikan membutuhkan keterampilan dan ketelitian agar ikan simetris dan tidak mematahkan tulangnya. Ikan kemudian dikukus hingga matang, diletakkan di atas panggangan besi untuk ditiriskan, lalu dikukus,” ujar Ibu Thu. |
Ikan ditempatkan di atas panggangan besi untuk dikukus. |
Untuk menciptakan aroma manis dan warna kuning yang memikat, rahasia masyarakat desa nelayan Nghi Thuy adalah mengasapi ikan dengan ampas tebu (kulit) dalam tong tertutup rapat. “Ikan diasapi dengan ampas tebu, sehingga akan harum dan manis berkat sisa molase dalam ampas, lapisan kulit tebu meresap ke setiap ikan. Setelah diasapi, ikan akan berubah menjadi warna kuning keemasan yang lezat. Sekumpulan ikan diasapi selama sekitar 10 menit. Saat mengasapi ikan, Anda harus memperhatikan suhu, jangan sampai terlalu panas, sisiknya akan hangus hitam, membuatnya tampak tidak sedap dipandang. Ketika menyentuh ikan dan merasa sudah kering dan tidak lagi lengket, angkat ikan dari tungku arang”, Bapak Dinh Van Suu (lahir tahun 1973, tinggal di kelurahan Nghi Thuy) berbagi. |
“Ikan salmon laris manis selama musim liburan Tet. Terkadang, produk yang dihasilkan tidak cukup untuk dijual kepada pelanggan. Banyak wisatawan tertarik memesan karena ikannya lezat, bentuknya unik, dan dapat disimpan lama. Semakin lama direbus, semakin lezat rasanya. Banyak orang juga memilih untuk membelinya sebagai oleh-oleh Tet atau mengirimkannya ke luar negeri…”, ujar Ibu Thu. |
Ikan setelah diasapi warnanya menjadi kuning keemasan. |
Ikan lele diproses sepanjang tahun, namun, periode tersibuk adalah dari bulan November hingga Februari dalam kalender lunar. Selama Tet, harga ikan lele berkisar antara 120.000 hingga 150.000 VND/kg. |
Ikan lele adalah hidangan unik dan sangat populer, terutama selama Tet. |
Dalam kepercayaan masyarakat pesisir, ikan melambangkan langit yang bulat. Oleh karena itu, dalam talam Tet, selain banh chung hijau, hampir setiap rumah menyediakan sepiring ikan, berdoa agar tahun baru laut tenang dan nelayan dapat menangkap banyak udang dan ikan. |
Padi muda Me Tri sedang menyala-nyala, ramai dengan irama menumbuk padi muda untuk panen baru
Sepanjang malam di desa pengecoran perunggu di Kota Ho Chi Minh pada malam Tet, terlihat warna merah menyala.
Komentar (0)