Lahir pada tahun 1986 di Nam Dinh , Quynh memiliki masa kecil yang kurang sempurna ketika pada usia 4 tahun ia harus menjalani operasi pengangkatan mata kirinya karena komplikasi dari luka kecil. Diskriminasi dan keterasingan dari teman-temannya membuatnya hidup dalam rasa rendah diri, derita, dan luka. Namun, dengan tekad yang kuat dan keinginan untuk menegaskan diri, ia bangkit, belajar dengan giat, dan perlahan-lahan mengatasi kesulitan.
Kemudian, ketika keluarga pacarnya menolaknya karena disabilitas fisiknya, Quynh sempat berpikir untuk menyerah. Namun, kasih sayang ibunya dan perjalanan sukarela ke Yen Bai membantunya bangkit, ketika ia melihat senyum polos anak-anak kurang mampu di dataran tinggi. Momen itulah yang memicu impiannya untuk menghadirkan lingkungan yang edukatif dan penuh kasih sayang bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Setelah lulus dengan gelar Magister Pendidikan Khusus, pada tahun 2014, ia mendirikan Rumah Penyelamatan Anak-Anak Disabilitas Duc Minh, yang kemudian berkembang menjadi Pusat Penelitian Terapan Psikologi Pendidikan CHIC. Di sana, ia dan rekan-rekannya membangun kelas khusus untuk anak-anak dengan autisme, gangguan perkembangan, keterlambatan bicara, disabilitas intelektual, dan sebagainya. Setiap anak belajar dengan caranya masing-masing, tidak ada yang tertinggal.
Tak berhenti di situ, Ibu Quynh juga menghabiskan 5 tahun menyusun rangkaian dokumen "Mempraktikkan Pengembangan Komunikasi", membantu orang tua, terutama di daerah terpencil, memiliki perangkat untuk mendukung anak-anak mereka di rumah. Itulah dedikasi dan kasih sayang tanpa syarat dari seorang perempuan yang pernah terluka parah, tetapi mengubah rasa sakit itu menjadi kekuatan untuk menyebarkan hal-hal positif kepada masyarakat.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/nguoi-phu-nu-uom-mam-uoc-mo-cho-tre-khuyet-tat-post803789.html
Komentar (0)