Kram kaki lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia, kata Caitlin Lewis, MD, seorang dokter spesialis kedokteran olahraga di AS. Meskipun terasa tidak nyaman, kram kaki jarang berbahaya, menurut Klinik Cleveland .
Kram kaki terjadi ketika otot-otot kaki berkontraksi tak terkendali, sering kali akibat sirkulasi yang buruk, ketidakseimbangan elektrolit, atau kelemahan otot. Berikut beberapa penyebab umum yang perlu diwaspadai.
Latihan berlebihan
Latihan berlebihan atau latihan berlebihan tanpa pemanasan dan peregangan yang memadai akan menyebabkan kelelahan otot, yang berujung pada kram dan cedera. Saat berolahraga, Anda harus beristirahat dengan cukup dan tidak memaksakan diri untuk menahan rasa sakit.
Latihan berlebihan tanpa pemanasan dan peregangan yang memadai akan menyebabkan kelelahan otot, yang berujung pada kram dan cedera.
Foto: AI
Mengenakan sepatu yang salah dapat menyebabkan kram.
Mengenakan sepatu yang terlalu ketat atau terlalu kecil dapat menyebabkan kaki Anda kaku, mati rasa, dan jari-jari kaki Anda melengkung. Hal ini memengaruhi sirkulasi darah dan menyebabkan kram.
Sirkulasi darah yang buruk
Ketika aliran darah ke kaki terbatas, kaki menjadi rentan terhadap mati rasa, kesemutan, dan kram.
Namun, beberapa masalah peredaran darah menimbulkan rasa nyeri yang terasa seperti kram, jadi jika Anda merasakan nyeri meningkat saat berjalan atau mengalami kram terus-menerus, jangan abaikan dan konsultasikan ke dokter.
Dehidrasi
Dehidrasi menyebabkan tubuh kehilangan sirkulasi darah dan keseimbangan elektrolit, yang dapat menyebabkan kram, sembelit, dan masalah lainnya.
Kekurangan elektrolit
Zat-zat seperti kalsium, natrium, kalium, dan magnesium sangat penting untuk kontraksi dan relaksasi otot. Ketika zat-zat ini kekurangan, tubuh rentan mengalami kram di kaki atau bagian tubuh lainnya.
Efek samping obat
Obat-obatan tertentu, seperti statin dan diuretik, dapat menyebabkan kram. Jika Anda baru saja mulai mengonsumsi obat baru dan mengalami kram, beri tahu dokter Anda.
Kaki datar
Orang dengan kaki datar (tanpa lengkungan) rentan terhadap kram kronis. Jika Anda termasuk dalam kelompok ini, sebaiknya lakukan peregangan secara teratur dan gunakan sol yang suportif untuk meningkatkan sirkulasi dan mengurangi tekanan.
Saat kram kaki terjadi, Anda ingin segera meredakannya dan mencegahnya kambuh. Anda bisa mengompresnya dengan hangat, memijatnya dengan lembut, minum air putih yang cukup, dan berjalan dengan perlahan.
Selain itu, Anda harus memilih sepatu yang pas, menopang lengkungan kaki, meningkatkan peregangan harian, dan mengonsumsi makanan bergizi untuk menyediakan kalsium, kalium, magnesium, dan natrium.
Jika kram terjadi sering dan nyeri berlanjut, temui dokter Anda untuk pemeriksaan dan pengobatan tepat waktu.
Sumber: https://thanhnien.vn/nguyen-nhan-va-cach-phong-ngua-chuot-rut-ban-chan-185250707232925952.htm
Komentar (0)