Pembuat telepon pintar asal China, Honor, akan menghabiskan $10 miliar selama lima tahun ke depan untuk mengembangkan AI bagi perangkatnya, karena bekas unit Huawei tersebut bersiap untuk go public.
Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini bertujuan untuk berekspansi dari produsen ponsel pintar menjadi pengembang PC, tablet, dan perangkat wearable berbasis AI, ungkap CEO James Li kemarin (2 Maret). Li mengungkapkan rencana ambisius perusahaan tersebut dalam pidatonya di pameran dagang Mobile World Congress (MWC) di Barcelona.
Pembuat telepon pintar asal China Honor akan menghabiskan $10 miliar selama lima tahun ke depan untuk mengembangkan AI untuk perangkatnya.
Pada bulan Desember 2024, Honor mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan restrukturisasi pemegang saham yang akan membawa perusahaan lebih dekat ke penawaran umum perdana, meskipun belum ada jadwal spesifik yang diumumkan.
Pengumuman Honor muncul di tengah maraknya investasi AI di China yang dipicu oleh minat terhadap model bahasa besar berbiaya rendah milik perusahaan rintisan DeepSeek, dengan berbagai pihak yang berminat mulai dari pemerintah daerah hingga produsen peralatan rumah tangga yang segera mengintegrasikan teknologi DeepSeek atau melakukan penelitian AI lebih lanjut.
Menurut data dari konsultan IDC, Honor turun dari posisi kedua ke posisi keempat dalam penjualan ponsel di China tahun lalu, dengan pangsa pasar 14,9%, di tengah persaingan ketat dari mantan induk perusahaan Huawei dan pertumbuhan kuat dari Vivo.
Honor menerima banyak dukungan dari pemerintah daerah Shenzhen, mulai dari penelitian dan pengembangan, pengurangan pajak hingga dukungan untuk memperluas merek produk di luar negeri.
(Sumber Reuters)
[iklan_2]
Source: https://www.baogiaothong.vn/nha-san-xuat-dien-thoai-trung-quoc-do-10-ty-usd-vao-cac-thiet-bi-ai-192250303064556907.htm
Komentar (0)