Baru-baru ini, Bank Negara Vietnam (SBV) mengeluarkan dokumen kepada lembaga kredit yang menyatakan dengan jelas target dan rencana pertumbuhan kredit untuk tahun 2024.
Secara khusus, menurut SBV, dengan mengikuti Resolusi Majelis Nasional dan arahan Perdana Menteri, SBV menargetkan pertumbuhan kredit untuk tahun 2024 sekitar 15% dan dapat secara fleksibel menyesuaikan diri dengan perkembangan dan situasi aktual.
Bank Negara Vietnam (SBV) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 15% untuk industri perbankan pada tahun 2024 (Foto TL)
Selain itu, Bank Negara juga mewajibkan lembaga perkreditan untuk mengendalikan pertumbuhan kredit pada tahun 2024 dengan target pertumbuhan kredit sebesar 15% guna memfasilitasi penyediaan modal kredit bagi kebutuhan dunia usaha dan masyarakat. Dengan demikian, pertumbuhan yang stabil dan pembangunan ekonomi Vietnam yang seimbang dapat tercapai.
Menurut Bank Negara, rumus penghitungan target pertumbuhan kredit dihitung menurut rumus: Saldo kredit maksimum per 31 Desember 2024 = Saldo kredit per 31 Desember 2023 + [Skor peringkat tahun 2022 x 3,5% x (Saldo kredit per 31 Desember 2023 - Saldo kredit yang melampaui target pertumbuhan kredit yang diumumkan Bank Negara pada tahun 2023 (jika ada))] - Penjualan saldo kredit yang dilakukan pada tahun 2024 dan belum tertagih pada saat penghitungan saldo kredit (jika ada).
Bank Negara dengan tegas melarang pemberian kredit yang tidak sesuai dengan hukum, kepada oknum yang salah, memberikan kredit kepada pimpinan, pengurus, dan orang yang terkait dengan lembaga perkreditan, badan usaha dalam ekosistem, dan usaha rintisan dengan suku bunga preferensial sementara masyarakat dan badan usaha yang mempunyai kebutuhan yang sah dan legal kesulitan mengakses permodalan kredit.
Bank Negara Vietnam menugaskan lembaga-lembaga kredit untuk memantau secara ketat perkembangan dan situasi aktual guna mengelola pertumbuhan kredit secara cepat dan efektif guna memastikan pasokan modal kredit yang memadai untuk melayani perekonomian, memastikan keamanan sistem, dan mendorong pertumbuhan ekonomi prioritas, menstabilkan ekonomi makro, dan mengendalikan inflasi.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)