Sapi hitam dengan garis-garis putih cenderung lebih jarang menghentakkan kaki, mengibaskan ekor, atau menggelengkan kepala untuk mengusir lalat dibandingkan sapi lainnya.
Sapi belang zebra di Jepang. Foto: PLOS One
Para petani di Prefektur Yamagata, Jepang, mengecat sapi mereka dengan garis-garis seperti zebra untuk mengusir serangga penghisap darah, seperti yang dilaporkan Interesting Engineering pada 18 Maret. Eksperimen ini terbukti efektif, dengan sapi yang dicat menunjukkan lebih sedikit tanda stres dibandingkan sapi yang tidak dicat.
Sapi Hitam Jepang adalah salah satu dari empat jenis sapi yang digunakan untuk menghasilkan daging wagyu berkualitas tinggi di Jepang. Namun, mereka menderita serangan serangga penghisap darah seperti lalat kuda dan lalat sapi. Stres yang disebabkan oleh serangga-serangga ini sangat besar sehingga beberapa peternak melaporkan penurunan tingkat reproduksi ternak mereka.
Untuk mengatasi hal ini, para petani di Yamagata menggunakan cat semprot atau pemutih ringan untuk menambahkan garis-garis putih pada sapi berbulu hitam, sehingga sapi-sapi tersebut tampak seperti zebra. Upaya ini telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun. Setelah melihat peningkatan kondisi ternak mereka, semakin banyak petani yang mengadopsi metode berbiaya rendah ini.
Para ilmuwan lokal mengamati sapi yang dicat dan tidak dicat di lahan pertanian dan mencatat pola perilaku seperti mengibaskan ekor, menggelengkan kepala, atau menghentakkan kaki untuk mengusir lalat. Sementara sapi yang tidak dicat melakukan perilaku ini hingga 16 kali per menit, sapi yang dicat hanya melakukannya 5 kali.
Para ilmuwan lokal belum membagikan detail tentang alasan pasti mengapa lalat tidak menyukai permukaan bergaris. Pada tahun 2019, sebuah tim ahli dari Pusat Penelitian Pertanian Aichi di Kota Nagakute, Prefektur Aichi, Jepang, melakukan penelitian dengan enam ekor sapi dan menerbitkan hasilnya di jurnal PLOS One . Studi tersebut menunjukkan bahwa sapi yang dicat dengan garis-garis seperti zebra dapat menghindari serangan lalat penghisap darah, tetapi mereka tidak melakukan eksperimen apa pun untuk menentukan alasan spesifiknya.
Petani sering mengandalkan insektisida untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, serangga cenderung mengembangkan resistensi terhadap insektisida dalam waktu sekitar satu dekade, sehingga diperlukan pengembangan pestisida baru yang lebih ampuh. Pemberian garis-garis merupakan alternatif jangka pendek dan lebih murah. Solusi ini dapat berkembang dari penggunaan cat untuk menandai bagian luar ternak sebagai identifikasi.
Selain itu, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa menggambar garis-garis pada hewan ternak menyebabkan polarisasi cahaya. Hal ini mempersulit pendeteksian gerakan, sehingga mencegah serangga melambat tepat waktu untuk hinggap di hewan tersebut. Oleh karena itu, metode ini efektif dalam mencegah gigitan serangga.
Thu Thao (Menurut Interesting Engineering )
Tautan sumber










