Kejar gairahmu
Pak Toan bercerita bahwa sejak masa kuliah, ia sudah tertarik dan belajar tentang jamur. Ia pernah mencoba menanam Ganoderma lucidum, tetapi karena harga Ganoderma lucidum tidak tinggi dan pasarnya sulit, ia beralih ke budidaya Cordyceps sinensis.
Model produksi cordyceps memberikan pendapatan stabil bagi Tn. Nguyen Thanh Toan (kelurahan Nam Da, distrik Krong No, provinsi Dak Nong ).
Setelah lulus kuliah, Toan memutuskan untuk membeli embrio untuk penelitian. Karena modal awal yang kecil, ia hanya mampu membangun ruangan seluas 10m2 dengan peralatan sederhana seperti penerangan dan pendingin ruangan untuk dijadikan ruang penelitian.
"Setelah 3 bulan percobaan budidaya, embrio-embrio tersebut juga menunjukkan hasil. Meskipun tidak sesuai harapan, ini menandai keberhasilan pertama saya dan memberi saya motivasi lebih untuk terus mengejar hasrat saya," ujar Bapak Toan.
Mengenai kesulitan-kesulitan tersebut, Bapak Toan mengatakan bahwa kesulitan terbesar dalam proses produksi benih adalah mencegah degenerasi benih dan penyakit jamur. Selain itu, lingkungan, suhu, kelembapan, dan sebagainya perlu diperhatikan agar embrio benih dapat berkembang.
"Pada tahun 2020, ruang jamur terinfeksi jamur, menyebabkan banyaknya jamur cordyceps yang rusak, sehingga menimbulkan kerugian besar. Setelah meneliti dan belajar dari pengalaman beberapa pendahulu, saya belajar cara menangani ruang jamur dengan mendisinfeksi dan mengasapi udara," ujar Bapak Toan.
Hingga saat ini Bapak Toan sudah mampu membudidayakan embrio sendiri untuk melayani produksi dan memasok embrio ke pasar dalam dan luar provinsi.
Tautan untuk pengembangan
Setelah keberhasilan awal, Tn. Toan mulai meluncurkan banyak lini produk yang terkait dengan Cordyceps seperti: Cordyceps segar, Cordyceps kering, Cordyceps yang direndam dalam madu, Cordyceps yang direndam dalam anggur...
Dengan model budidaya dan produksi cordyceps, keluarga Pak Toan memiliki sumber pendapatan yang stabil. Setelah dikurangi biaya produksi, ia memperoleh keuntungan lebih dari 20 juta VND setiap bulan.
Produk Cordyceps dari Koperasi Rong Vang dikenal luas di pasaran.
Pada tahun 2021, Bapak Toan mendirikan Koperasi Cordyceps Rong Vang (HTX) yang dimilikinya sendiri dengan 10 anggota. Oleh karena itu, Bapak Toan mendukung desain ruang pengembangbiakan dan menyediakan bibit unggul bagi rumah tangga di koperasi tersebut. Produk-produk anggota akan dijual dengan merek dagang Koperasi Rong Vang.
Pada bulan November 2023, produk cordyceps beku-keringnya memenuhi standar OCOP bintang 3.
Bapak Toan mengatakan, model produksi jamur cordyceps miliknya telah menarik perhatian banyak kelompok dan perkumpulan petani di dalam maupun luar provinsi yang datang berkunjung dan belajar.
Dengan keberhasilan awal, Bapak Toan berencana untuk terus mengembangkan model tersebut, meneliti, dan memproduksi lebih banyak lini produk khusus berbahan Cordyceps. Selain itu, beliau juga bereksperimen dengan produksi model budidaya anggrek obat untuk mendiversifikasi produk.
[iklan_2]
Sumber: https://danviet.vn/nuoi-thanh-cong-loai-nam-co-nhieu-chat-bo-duong-chang-trai-dak-nong-tu-tra-luong-cao-cho-minh-20240626204334364.htm
Komentar (0)