Bek Qatar Pham Xuan Manh sangat mengapresiasi semangat juang Indonesia dan Vietnam perlu mempersiapkan diri dengan baik.
Xuan Manh dan rekan-rekannya menyaksikan kekalahan Indonesia 1-3 dari Irak pada 15 Januari dan terkesan dengan semangat juang lawan mereka. "Indonesia memiliki semangat juang yang tinggi dan tidak takut berbenturan," ujar Xuan Manh sebelum sesi latihan melawan Vietnam pada 16 Januari. "Mereka memiliki beberapa kelemahan, seperti ruang di belakang gelandang, yang perlu kami perhatikan dan analisis."
Vietnam telah belajar dari kekalahan 2-4 dari Jepang di pertandingan pembuka. Pada 17 Januari, tim terus menganalisis video pertandingan Indonesia untuk mempersiapkan taktik terbaik. "Tujuan seluruh tim adalah menang agar punya peluang untuk lolos," ujar Xuan Manh.
Pham Xuan Manh dalam pertandingan yang membuat Vietnam kalah 2-4 dari Jepang pada 14 Januari, dalam laga pembuka Grup D Piala Asia 2023. Foto: Lam Thoa
Kedua tim belum mencetak poin setelah babak pertama, tetapi Vietnam berada di peringkat ketiga di atas Indonesia berkat keunggulan gol (2 berbanding 1). Mengingat Jepang dan Irak lebih kuat, kedua tim memprioritaskan kemenangan saat bertemu pada 19 Januari.
Xuan Manh mengatakan pujian dari para penggemar kepada tim setelah pertandingan melawan Jepang merupakan motivasi baginya. Namun, ia dan rekan-rekannya harus melupakan hal itu dan fokus pada pertandingan penentuan melawan tim dari Asia Tenggara tersebut.
Melawan Jepang, Xuan Manh masuk dalam susunan pemain inti sebelum meninggalkan lapangan pada menit ke-78 untuk digantikan Truong Tien Anh. Ini baru pertandingan kelima yang dimainkannya untuk tim nasional sejak penampilan pertamanya di tahun 2019. Di bawah pelatih Park Hang-seo, Xuan Manh bukanlah pilihan utama, tetapi berada di belakang para pemain senior seperti Nguyen Trong Hoang, kemudian Vu Van Thanh, dan Ho Tan Tai. Kali ini, pelatih Philippe Troussier membuka lebih banyak peluang dan ia memanfaatkannya saat sedang dalam performa terbaik untuk Hanoi FC.
Xuan Manh mengakui bahwa ia tidak bermain bagus melawan Jepang, tetapi ia selalu berusaha sebaik mungkin untuk bersaing memperebutkan posisi dengan siapa pun. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya di Qatar kali ini. "Saya berusaha memahami taktik pelatih Philippe Troussier, setiap kali saya bergerak, baik saat menguasai bola maupun tidak," ujar bek asal Nghe An ini. "Para pemain harus selalu proaktif dalam menerima bola dan memberikan umpan untuk menempatkan rekan satu tim di posisi yang menguntungkan."
Lam Thoa
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)