Dalam perjalanan sejarah revolusi Vietnam, pers selalu menduduki posisi istimewa sebagai alat penyampai informasi dan senjata tajam Partai di bidang ideologi dan kebudayaan.
Salah satu fungsi penting pers adalah fungsi ideologis. Pers revolusioner tidak hanya sekadar menyediakan informasi, tetapi juga memiliki misi mengarahkan opini publik, menabur benih kesadaran yang benar, dan berkontribusi dalam memperkuat keyakinan rakyat terhadap kepemimpinan Partai dan jalan menuju sosialisme.
Di tengah meningkatnya kekuatan-kekuatan musuh yang melakukan sabotase, distorsi, dan kegiatan-kegiatan yang memecah belah, pers menjadi garda terdepan dalam perjuangan membantah dan melindungi landasan ideologi Partai.
Resolusi dan dokumen Partai, yang telah diwariskan selama beberapa periode, telah dengan jelas menegaskan: Melawan pandangan yang keliru dan bermusuhan merupakan tugas politik yang rutin, tegas, dan kuat, dan pers adalah garda terdepan dalam hal tersebut. Pers tidak hanya menyebarkan pedoman dan kebijakan, tetapi juga berperan dalam mengkonsolidasikan medan perang ideologis, menciptakan persatuan kesadaran dan ideologi di seluruh masyarakat.
Baru-baru ini, surat kabar elektronik Tentara Rakyat telah mempertahankan bagian "Melindungi fondasi ideologis Partai", dengan banyak artikel berkualitas, analisis menyeluruh, argumen yang kuat, dan bukti autentik.
Presiden Ho Chi Minh , pendiri pers revolusioner Vietnam, pernah menegaskan: "Pena adalah senjata tajam, tulisan adalah proklamasi revolusioner". Menurutnya, pers bukan hanya propaganda kolektif, agitasi kolektif, dan organisasi kolektif, tetapi juga senjata tajam melawan segala bentuk reaksioner dan negatif yang bertentangan dengan kepentingan rakyat dan negara. Ideologi inilah yang menjadi prinsip panduan bagi perkembangan pers revolusioner Vietnam selama seabad terakhir.
Dengan semangat tersebut, Partai dan Negara kita senantiasa mendorong peran pers sebagai senjata ideologis yang tajam. Resolusi No. 16-NQ/TW, tertanggal 1 Agustus 2007, dari Komite Sentral Partai ke-10, menegaskan: "Karya ideologis, teoretis, dan pers harus memainkan peran penting dalam melindungi dan mengembangkan Marxisme-Leninisme, pemikiran Ho Chi Minh, pandangan dan pedoman Partai, menjadikan ideologi Partai, ideologi kelas pekerja, cita-cita sosialis, dan nilai-nilai luhur dalam tradisi budaya nasional menempati posisi dominan dalam kehidupan spiritual masyarakat. Oleh karena itu, pers harus menjamin ideologi, kejujuran, popularitas, daya juang, dan keberagaman."
Melanjutkan orientasi tersebut, Resolusi No. 35-NQ/TW, tertanggal 22 Oktober 2018 dari Politbiro ke-12 tentang penguatan perlindungan landasan ideologi Partai dan perlawanan terhadap pandangan yang keliru dan bermusuhan dalam situasi baru juga menegaskan: Mempromosikan kekuatan gabungan pers, penerbitan, dan lembaga media, berkontribusi dalam melindungi landasan ideologi Partai dengan teguh dan efektif melawan pandangan yang keliru dan bermusuhan. Ini adalah seruan bagi seluruh industri pers: Selalu waspada, teguh, dan proaktif dalam perang yang sunyi namun sulit ini.
Kongres Partai Nasional ke-13 tetap menitikberatkan pada upaya membangun pers yang profesional, manusiawi, dan modern agar mampu menjawab tuntutan perkembangan era digital serta mampu menangkal berita bohong dan merugikan secara cepat dan tepat.
Sekaligus, tuntutan ini juga menempatkan pers pada kedudukan yang lebih tinggi: Menjadi pelopor dalam membangun lingkungan informasi yang sehat, berperan dalam memelihara stabilitas politik dan sosial, memperkokoh kepercayaan, serta menggugah aspirasi pembangunan nasional.
Dalam pidatonya pada peringatan 100 tahun Hari Pers Revolusioner Vietnam (21 Juni 1925 - 21 Juni 2025), Sekretaris Jenderal To Lam menekankan bahwa pers adalah api spiritual, cahaya yang menuntun masa depan, dan senjata yang lebih kuat daripada peluru dan bom dalam perang.
Dalam membangun, melindungi, dan mengembangkan negara, pers adalah jembatan antara Partai, Negara, dan Rakyat, kekuatan, dan inspirasi bagi seluruh bangsa dalam perjalanan menuju masa depan yang sejahtera, kuat, mandiri, bebas, dan berkelanjutan. Pidato ini merupakan pengakuan atas kontribusi pers, sekaligus pesan, sebuah tanggung jawab yang perlu terus diemban oleh pers revolusioner Vietnam di era baru.
(Bersambung)
Artikel dan foto: TU LY
Sumber: https://baoangiang.com.vn/phat-huy-vai-tro-cua-bao-chi-trong-bao-ve-nen-tang-tu-tuong-cua-dang-bai-1-vu-khi-tu-tuong-sac-be-a425411.html
Komentar (0)