Kantor Pemerintah baru saja menerbitkan dokumen No. 7385/VPCP-KGVX yang menyampaikan arahan Wakil Perdana Menteri Le Thanh Long mengenai buruknya kualitas makanan bagi mahasiswa di Universitas Sains dan Teknologi Hanoi.
Dokumen tersebut menyatakan: Surat kabar Tuoi Tre Online pada tanggal 7 Oktober 2024 dan beberapa media massa melaporkan bahwa kualitas makanan untuk mahasiswa di Universitas Sains dan Teknologi Hanoi tidak terjamin selama dua minggu pendidikan pertahanan dan keamanan nasional.
Terkait hal tersebut, Wakil Perdana Menteri Le Thanh Long menugaskan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan untuk memimpin dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta daerah untuk segera melakukan pengawasan dan penanganan tegas terhadap pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku; sekaligus memperkuat pengarahan, pengelolaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pembinaan higiene dan keamanan pangan peserta didik di lembaga pendidikan, guna menjamin mutu dan keamanan pangan, serta mencegah terulangnya kasus serupa.
* Menurut beberapa laporan media, mahasiswa baru Universitas Sains dan Teknologi Hanoi terpaksa makan nasi dan sup sisa selama kelas pendidikan pertahanan dan keamanan nasional. Tak hanya itu, beberapa mahasiswa mengaku sering menemukan "benda asing" seperti kecoak dalam makanan di kantin A15.
Segera setelah menerima informasi dari pers, pimpinan Universitas Sains dan Teknologi Hanoi melakukan inspeksi menyeluruh terhadap penyelenggaraan makanan dan akomodasi terpusat bagi mahasiswa di Fakultas Pendidikan Pertahanan dan Keamanan Nasional. Melalui inspeksi tersebut, kelompok kerja mencatat bahwa beberapa informasi yang dilaporkan oleh pers adalah benar, meskipun unit penyedia makanan telah memberikan penjelasan, tetapi penjelasan tersebut kurang meyakinkan.
Pimpinan Universitas Sains dan Teknologi Hanoi telah menginstruksikan untuk segera menghentikan kontrak dengan penyedia makanan yang ada bagi mahasiswa baru jurusan Pertahanan dan Keamanan Nasional. Pada malam tanggal 7 Oktober, pihak universitas mengadakan pertemuan dengan mahasiswa jurusan Pertahanan dan Keamanan Nasional untuk mendengarkan pendapat, pemikiran, dan aspirasi mereka. Unit-unit terkait ditugaskan untuk mengarahkan pemeriksaan dan pengawasan kuantitas dan kualitas makanan yang digunakan sesuai standar yang ditentukan serta memastikan kebersihan dan keamanan pangan. Sekitar 500 mahasiswa jurusan Pertahanan dan Keamanan Nasional di Universitas Sains dan Teknologi Hanoi telah dipindahkan ke kantin staf dan dosen universitas sambil menunggu evaluasi penyedia makanan baru oleh universitas.
Pada pagi hari tanggal 8 Oktober, Mayor Jenderal Tran Ngoc Thanh, Direktur Departemen Pendidikan Pertahanan dan Keamanan Nasional, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, mewakili Kementerian Pendidikan dan Pelatihan untuk memahami situasi, dan bersama dengan instansi kesehatan setempat dan para pemimpin Universitas Sains dan Teknologi Hanoi, secara langsung memeriksa dapur sekolah.
Diketahui bahwa saat ini terdapat 46 pusat Pendidikan Pertahanan dan Keamanan Nasional di Indonesia. Ini adalah satu-satunya mata pelajaran yang diatur oleh undang-undang, di mana siswa harus makan dan berkonsentrasi penuh sesuai dengan jenjang dan tingkatan. Sejak awal tahun ajaran, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah menerbitkan pedoman untuk Pendidikan Pertahanan dan Keamanan Nasional. Sesuai pedoman Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, unit yang menyelenggarakan makan terpusat bagi siswa yang mempelajari mata pelajaran ini harus dibagi menjadi beberapa porsi, dengan memperhatikan kuantitas, kualitas, serta kebersihan dan keamanan makanan bagi siswa.
[iklan_2]
Sumber: https://kinhtedothi.vn/xu-ly-nghiem-sai-pham-lien-quan-den-bua-an-sinh-vien-dai-hoc-bach-khoa.html
Komentar (0)