SGGPO
Pada pagi hari tanggal 25 November, terkait informasi adanya orang tak dikenal yang mendatangi dan memberikan uang kepada seorang siswa dengan niat tidak baik di gerbang Sekolah Dasar Ha Huy Giap, sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat, Komite Rakyat Distrik 12 telah mengeluarkan informasi resmi.
Siswa Sekolah Dasar Ha Huy Giap (Distrik 12) dalam kegiatan keselamatan lalu lintas |
Komite Rakyat Distrik 12 memastikan tidak ada kejadian orang tak dikenal yang berpura-pura datang dan memberikan uang dengan maksud menculik siswa di depan gerbang Sekolah Dasar Ha Huy Giap pada pagi hari tanggal 15 November.
Komite Rakyat Distrik 12 terus meninjau dan menangani sesuai peraturan. Pada saat yang sama, Komite mengarahkan sektor pendidikan Distrik 12 untuk meningkatkan upaya propaganda dan meningkatkan koordinasi antara keluarga dan sekolah guna memastikan keselamatan siswa.
Sebelumnya, pada malam 23 November, sejumlah surat kabar daring memuat artikel berjudul "Peringatan tentang orang asing yang memberi uang dan mendekati siswa di gerbang sekolah", "Waspada terhadap wanita yang memberi uang kepada siswa untuk sarapan di depan gerbang sekolah", "Orang asing memberi uang kepada siswa, kepala sekolah memperingatkan orang tua dan guru di seluruh sekolah"... yang menyebutkan kasus seorang siswa kelas 5 SD Ha Huy Giap yang didekati oleh seorang wanita asing dan diberi uang untuk tujuan jahat.
Informasi yang dilansir media tersebut berasal dari Kepala Sekolah Dasar Ha Huy Giap yang mengeluarkan surat peringatan, berkoordinasi guna menjamin keamanan dan keselamatan siswa, serta mencegah pelaku tindak pidana penganiayaan dan penculikan di depan gerbang sekolah.
Sejak saat itu, arus informasi mengkhawatirkan bahwa insiden itu merupakan penculikan siswa yang direncanakan, sehingga menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat dan orang tua siswa.
Segera setelah menerima informasi di atas, Komite Rakyat Distrik 12 memerintahkan Kepolisian Distrik 12 untuk berkoordinasi dengan unit lain guna mengambil rekaman kamera dan memverifikasi serta mengklarifikasi insiden tersebut. Melalui verifikasi, dipastikan bahwa perempuan yang memberikan uang kepada siswa dalam insiden tersebut adalah Ibu VTKL, orang tua siswa Sekolah Dasar Ha Huy Giap.
Oleh karena itu, sekitar pukul 06.15 tanggal 15 November, Ibu VTKL mengantar anaknya ke sekolah. Setibanya di gerbang sekolah, Ibu VTKL melihat NLTT, seorang siswa kelas 5 (kelas yang berbeda dengan anaknya), berdiri di depan gerbang sekolah sedang meminjam uang dari seorang teman, tetapi temannya tidak punya uang. Ibu VTKL mengambil 20.000 VND dari sakunya dan memberikannya kepada NLTT, lalu Ibu VTKL pulang.
Pada saat itu, orang tua lain melihat kejadian tersebut dan melaporkannya kepada petugas keamanan sekolah. Petugas keamanan tersebut kemudian memberi tahu wali kelas tentang kelas NLTT. Ketika wali kelas bertanya, NLTT telah meninggalkan uang sebesar 20.000 VND di meja guru.
Wali kelas memeriksa tagihan dan tidak menemukan apa pun, lalu menyemprotkan alkohol 90 derajat pada tagihan dan merasa sedikit pusing (penyebabnya tidak diketahui). Sedangkan untuk NLTT, kesehatannya masih normal. Sekitar 20 menit kemudian, kesehatan wali kelas kembali normal dan ia melanjutkan mengajar.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)