Bamboo Airways akan menyampaikan kepada rapat umum pemegang saham proposal untuk memberhentikan Tn. Hideki Oshima dari Dewan Direksi pada rapat luar biasa tanggal 15 September.
Informasi ini tercantum dalam dokumen yang disiapkan untuk rapat umum pemegang saham luar biasa Bamboo Airways dalam dua hari mendatang. Ini adalah rapat umum luar biasa ketiga maskapai tahun ini untuk membahas berbagai masalah, termasuk yang berkaitan dengan personel senior.
Bapak Hideki Oshima terpilih sebagai Ketua Dewan Direksi Bamboo Airways pada bulan Juni. Dengan pengalaman hampir 40 tahun di industri penerbangan, beliau menjabat sebagai Wakil Direktur Jenderal Japan Airlines, sekaligus pemimpin di bandara Narita dan Haneda (Jepang).
Namun, hanya sekitar setengah bulan kemudian, Bapak Oshima mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Setelah itu, mantan pimpinan Japan Airlines tersebut diangkat menjadi Wakil Ketua Dewan Direksi tetap, dan Bapak Le Thai Sam diangkat sebagai Ketua Dewan Direksi.
Perwakilan Bamboo Airways mengatakan bahwa pemimpin Jepang itu tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Direksi tetapi akan tetap menjabat sebagai penasihat maskapai.
Selain Bapak Oshima, Bamboo Airways juga akan mengajukan kepada para pemegang saham pemberhentian Bapak Doan Huu Doan dan Bapak Tran Hoa Binh dari Dewan Direksi. Dewan Direksi maskapai hanya mengusulkan untuk memilih satu anggota tambahan dan akan mengumumkan daftar kandidat pada rapat tanggal 15 September.
Bapak Binh—yang memiliki banyak hubungan dengan bisnis Jepang—juga bergabung dengan Dewan Direksi Bamboo Airways pada waktu yang sama dengan Bapak Oshima pada bulan Juni. Bapak Doan Huu Doan—yang memiliki hubungan dengan Him Lam Group—mulai memimpin FLC, yang kemudian menjadi Bamboo Airways, sejak pertengahan tahun lalu.
Di Dewan Pengawas, Bamboo Airways juga akan mengusulkan pemberhentian tiga anggota, termasuk Ibu Nguyen Thi Huu, Nguyen Bich Ngoc, dan Bapak Nguyen Dang Khoa. Perusahaan juga mengusulkan penambahan tiga anggota untuk menggantikan mereka.
Bamboo Airways saat ini memiliki tiga perwakilan hukum, yaitu Ketua Dewan Direksi, seorang anggota Dewan Direksi, dan Direktur Utama. Namun, perusahaan akan mengajukan persetujuan kepada pemegang saham untuk mengurangi jumlah perwakilan hukum menjadi hanya satu, yaitu Direktur Utama.
Tuan Tu
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)