Pada sore hari tanggal 14 November waktu setempat (dini hari tanggal 15 November waktu Hanoi), dalam rangka menghadiri Pekan Puncak Kerja Sama Ekonomi Asia- Pasifik (APEC) 2024 di Lima (Peru), Presiden Luong Cuong bertemu dengan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah. Presiden Luong Cuong dengan hormat menyampaikan salam dari Sekretaris Jenderal To Lam, Perdana Menteri Pham Minh Chinh, dan Ketua Majelis Nasional kepada Sultan Brunei.

Kedua pemimpin sangat menghargai perkembangan efektif Kemitraan Komprehensif Vietnam-Brunei; sepakat untuk berkoordinasi erat guna lebih memperdalam hubungan bilateral, membawa manfaat bagi rakyat kedua negara dan berkontribusi pada pembangunan Vietnam yang makmur dan damai. Komunitas ASEAN kuat, mandiri dan berkelanjutan.
Membahas orientasi kerja sama ke depan, kedua pemimpin sepakat untuk terus menggalakkan pertukaran dan kontak di semua tingkatan; menjaga efektivitas pelaksanaan mekanisme kerja sama bilateral; melaksanakan secara efektif Program Aksi untuk melaksanakan Kemitraan Komprehensif Vietnam-Brunei untuk periode 2023-2027; memperkuat kerja sama di semua bidang, terutama empat bidang prioritas yang disepakati oleh para pemimpin senior kedua negara: minyak dan gas, kimia, pengolahan makanan halal, pariwisata , dan pertukaran antarmasyarakat.
Presiden Luong Cuong menegaskan bahwa Vietnam senantiasa menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan Brunei untuk memperluas investasi dan usahanya; meminta Brunei untuk mendukung perusahaan-perusahaan Vietnam dalam proses produksi, memberikan sertifikat bagi produk-produk pertanian dan produk-produk Halal; menciptakan kondisi-kondisi bagi produk-produk Halal Vietnam untuk diekspor ke Brunei dan berpartisipasi dalam rantai pasokan global barang-barang dan makanan Halal.
Sultan Brunei sepakat dengan Presiden Luong Cuong mengenai penguatan kerja sama kedua belah pihak di sejumlah bidang penting seperti kerja sama maritim, termasuk mempertimbangkan perpanjangan Nota Kesepahaman tentang kerja sama penggunaan Hotline untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan dan penciptaan kondisi pemberian izin bagi kapal penangkap ikan dan nelayan Vietnam untuk menangkap ikan di perairan Brunei.
Kedua pemimpin juga sepakat untuk memperkuat solidaritas, persatuan, dan mempertahankan peran sentral ASEAN di kawasan ini; memajukan kerja sama dalam isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama. Brunei menegaskan dukungannya bagi Vietnam untuk menjadi tuan rumah Forum Masa Depan ASEAN (AFF) ke-2 pada tahun 2025 dan Keketuaan APEC pada tahun 2027.
Terkait isu Laut Timur, kedua pihak menekankan pentingnya menjaga perdamaian, stabilitas, keamanan, keselamatan, serta kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut Timur, menyelesaikan sengketa dengan cara damai sesuai dengan hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982; terus berkoordinasi erat guna menjaga solidaritas, konsensus, dan capaian ASEAN dalam isu Laut Timur.
Sultan Brunei mengatakan ia menantikan kunjungannya mendatang ke Vietnam dan dengan hormat mengundang Presiden Luong Cuong untuk segera mengunjungi Brunei.
Sumber
Komentar (0)