>> Yen Bai secara aktif melindungi sumber daya hutan
Menurut Dinas Perlindungan Hutan Provinsi, total luas hutan yang telah mendapatkan sertifikat hutan dan sertifikat kayu manis organik di provinsi ini telah mencapai 31.661,8 hektar, atau 79,2% dari rencana 40.000 hektar. Dari luas tersebut, luas kayu manis organik mencapai 19.424,6 hektar (87,9% dari rencana), dan luas hutan yang telah mendapatkan sertifikat hutan mencapai 12.237,2 hektar (68,4% dari rencana).
Untuk mencapai hasil ini, Dinas Perlindungan Hutan telah menginstruksikan Dinas Perlindungan Hutan Kabupaten untuk berkoordinasi dengan berbagai perusahaan guna meninjau wilayah yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi, sekaligus menyebarluaskan dan memobilisasi masyarakat untuk mendaftar sertifikasi hutan dan sertifikasi kayu manis organik. Saat ini, Perusahaan Saham Gabungan Pengembangan Industri Hijau sedang berkoordinasi dengan Kabupaten Van Chan untuk menerapkan sertifikasi hutan FSC di 8 komune dan desa yang memiliki hutan di kabupaten tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi propaganda kepada para pemilik hutan, pendistribusian, dan pengumpulan aplikasi untuk berpartisipasi.
Diharapkan dalam waktu mendatang, pekerjaan pemrosesan internal, input informasi, pembuatan peta, pencatatan, dan dokumen akan selesai untuk mendukung penilaian sertifikasi hutan sesuai peraturan. Selain itu, Hoa Phat Forestry Investment Company Limited dan Mai Lam Forestry Company Limited akan terus mempertahankan area sertifikasi hutan di provinsi tersebut. Sejalan dengan penerbitan sertifikasi hutan, Yen Bai juga secara aktif menerapkan kebijakan pembayaran jasa lingkungan hutan (DVMTR).
Pada bulan Mei 2025, Dana Perlindungan dan Pengembangan Hutan Provinsi menerima dan mengumpulkan retribusi jasa kehutanan sebesar VND 19.360,22 juta. Hingga saat ini, total retribusi yang telah diterima dan dikumpulkan adalah VND 33.607,82 juta. Kegiatan ini dilakukan secara berkala, memastikan koordinasi yang erat untuk menentukan wilayah penyediaan jasa dan mendukung pembayaran tepat waktu kepada penyedia jasa.
Meskipun hasilnya positif, sertifikasi hutan masih menghadapi beberapa kendala. Beberapa perusahaan yang berpartisipasi belum secara proaktif mengalokasikan sumber daya keuangan dan manusia yang memadai, sehingga menyebabkan lambatnya kemajuan implementasi. Untuk mengatasi situasi ini, Dinas Perlindungan Hutan akan terus mendesak pemerintah daerah dan unit terkait untuk mempercepat proses dan segera melaporkan setiap permasalahan untuk konsultasi dan usulan solusi.
Mempromosikan sertifikasi hutan dan sertifikasi kayu manis organik adalah arah yang tepat, berkontribusi dalam membawa produk hutan Yen Bai ke pasar internasional, menciptakan lebih banyak nilai dan keberlanjutan bagi industri kehutanan lokal.
Thanh Phuc
Sumber: https://baoyenbai.com.vn/12/351811/Tang-toc-cap-chung-chi-rung-va-que-huu-co-don-dau-thi-truong-ben-vung.aspx
Komentar (0)