Pembalap itu membayar harga mahal karena merayakan terlalu dini - Sumber: Barlaman Today/X
Insiden itu terjadi selama tahap akhir Kejuaraan Bersepeda Nasional Irak, sebuah perlombaan yang mempertemukan lebih dari 20 klub sepeda yang mewakili ibu kota Baghdad dan provinsi lainnya.
Dalam video yang dibagikan Barlaman Today, sang pembalap telah meninggalkan para pesaingnya dengan jarak aman di belakang dan dengan cepat mendekati garis finis. Ketika ia menyadari garis finis sudah sangat dekat, ia duduk tegak, mengangkat tangannya, dan mulai merayakan dengan angkuh.
Namun, kegembiraan itu tidak bertahan lama. Dalam hitungan detik, sang pembalap kehilangan keseimbangan dan jatuh terguling di lintasan, sementara para pembalap di belakangnya memacu dengan kecepatan tinggi.
Kecelakaan itu menyebabkan motor pembalap terbelah dua dan pembalap lain terpaksa membelok untuk menghindarinya di jalan. Untungnya, pembalap tersebut tampaknya tidak mengalami cedera serius.
Perayaan yang terlalu dini ini membuatnya gagal finis pertama. Seandainya ia lebih rendah hati dan tenang, ia pasti akan memenangkan posisi terdepan.
Menurut pernyataan Federasi Bersepeda Irak, Klub Al-Saniya memenangkan keseluruhan lomba individu junior, menempuh jarak 45 km, disusul oleh Klub Al-Nidhal, dan juara ketiga diraih oleh Klub Erbil. Namun, yang paling menonjol dari lomba ini adalah akhir yang kacau.
Sumber: https://tuoitre.vn/tay-dua-tra-gia-vi-an-mung-qua-som-20250806164121428.htm
Komentar (0)