Kabinet Thailand mendukung rancangan undang-undang pengendalian alkohol baru tetapi mensyaratkan terjaminnya kesehatan publik sambil menyeimbangkan manfaat ekonomi dan pariwisata.
Juru bicara pemerintah Thailand mengatakan kabinet mendukung rancangan undang-undang pengendalian alkohol baru dari Kementerian Kesehatan Masyarakat pada tanggal 3 Maret tetapi menuntut agar rancangan undang-undang baru tersebut mencakup langkah-langkah untuk mempromosikan pariwisata.
Juru bicara pemerintah, Chai Wacharonke, mengatakan setelah rapat kabinet bahwa pihaknya telah meminta Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Masyarakat untuk memberikan rincian mengenai promosi pariwisata yang akan dimasukkan dalam RUU baru. Kabinet diperkirakan akan meninjau rincian tersebut dalam waktu seminggu, setelah itu RUU tersebut akan dikirimkan ke Dewan Negara, badan hukum pemerintah, untuk dipertimbangkan.
Berdasarkan RUU yang baru, minuman apa pun dengan kadar alkohol kurang dari 0,5% tidak akan dianggap sebagai minuman beralkohol. Menteri yang berwenang akan menetapkan peraturan tentang di mana dan kapan minuman beralkohol diperbolehkan.
Turis di sebuah bar di Jalan Khao San, Bangkok. Foto: AFP
Seorang juru bicara pemerintah mengatakan RUU pengendalian alkohol Kementerian Kesehatan Masyarakat berfokus pada keselamatan publik, tetapi pemerintah ingin mendorong pariwisata, penggerak ekonomi utama Thailand. "RUU baru ini akan menyeimbangkan kesehatan dan mendorong perekonomian serta pariwisata," kata Chai.
Sejak 3 Maret, kabinet telah menolak tiga rancangan undang-undang pengendalian minuman keras lainnya dari masyarakat sipil dan partai oposisi utama, Move Forward, karena dianggap "terlalu liberal". Namun, beberapa konten bermanfaat mungkin akan dimasukkan ke dalam rancangan undang-undang baru dari Kementerian Kesehatan.
Pada bulan Februari, Thailand juga mengambil langkah untuk merangsang pariwisata dengan mengurangi pajak pada tempat hiburan malam dan alkohol, yang berlaku mulai 23 Februari hingga 31 Desember.
Pajak anggur dan anggur bersoda telah diturunkan dari 10% menjadi 5%. Pajak anggur buah dan anggur lokal dengan kadar alkohol di bawah 7% telah diturunkan dari 10% menjadi 0%. Pajak tempat hiburan malam seperti bar dan klub malam juga telah diturunkan dari 10% menjadi 5%.
Bich Phuong ( Menurut Bangkok Post)
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)