"Jika AFC menjatuhkan sanksi berat kepada pemain Zhejiang (Tiongkok) dan Buriram United (Thailand) karena terlibat dalam perkelahian sengit dan mencoreng citra sepak bola Asia di Liga Champions AFC, kemungkinan besar pemain terkenal seperti Theerathon Bunmathan (tim Thailand) dan Dion Cools (Malaysia) akan dilarang berpartisipasi di Piala Asia 2023," demikian pernyataan VOCKET FC .
Dion Cools (tim nasional Malaysia) bermain untuk Klub Buriram United
Bek utama Malaysia, Dion Cools, 27 tahun, adalah pemain Buriram United. Saat perkelahian terjadi, bintang ini awalnya bergegas masuk untuk mencoba menghentikan keributan tersebut. Namun, ketika melihat para pemain Zhejiang FC memukuli rekan setimnya, Ramil Sheydayev, Dion Cools juga ikut berkelahi dengan mencengkeram leher seorang pemain Zhejiang dan menyeretnya keluar.
Aksi Dion Cools langsung dibalas perkelahian oleh para pemain Zhejiang. Untungnya, pemain ini diselamatkan oleh staf pelatih Buriram United, sehingga ia terhindar dari penyerangan tersebut," ungkap VOCKET FC , berdasarkan cuplikan video perkelahian yang baru dirilis pada 30 November.
"Juga dari klip baru yang dibagikan di jejaring sosial X (Twitter lama), sumber insiden mengerikan itu bermula dari beberapa pemain Buriram United yang berdebat dan mungkin melontarkan kata-kata serta tindakan yang memprovokasi pemain cadangan Zhejiang, yang memasuki lapangan saat pertandingan baru saja berakhir.
Beberapa gambar yang teridentifikasi menunjukkan bahwa provokator pertama adalah bek Theerathon Bunmathan dari tim nasional Thailand dan klub Buriram United. Setelah itu, banyak pemain Zhejiang dari dalam dan luar lapangan bergegas masuk ke dalam perkelahian, menyebabkan kekacauan dan mendorong Theerathon Bunmathan menjauh. Theerathon Bunmathan kemudian menahan diri dan mencoba menghindari titik panas perkelahian, serta menarik rekan-rekannya menjauh dari serangan," tambah VOCKET FC .
Theerathon Bunmathan (dalam lingkaran) didorong menjauh setelah diduga memprovokasi dan memicu perkelahian.
Dion Cools (nomor baju 11) mencoba melerai, namun malah terlibat perkelahian dan berdebat dengan pemain tim Tiongkok.
AFC kini telah meluncurkan penyelidikan atas perkelahian terburuk dalam sejarah Liga Champions AFC dan sepak bola Asia. Baik Zhejiang maupun Buriram United menghadapi hukuman berat. Namun, klub Tiongkok tersebut dapat dihukum lebih berat karena membiarkan insiden terjadi di kandang mereka sendiri, membiarkan benda asing dilempar ke lapangan, serta karena gagal memastikan keamanan dan mencegah insiden lebih awal.
Media Thailand melaporkan bahwa para pemain Buriram United dipukuli dengan parah. Sementara itu, beberapa opini publik Tiongkok mengkritik pemain Thailand seperti Theerathon Bunmathan karena memicu insiden tersebut. Mantan pemain Tiongkok, Fan Zhiyi, mengkritik pemain Rusia, Ramil Sheydayev, karena mencekik seorang pemain Zhejiang dalam perkelahian seni bela diri campuran, yang bisa saja mengakibatkan kematian pemain tersebut.
Ramil Sheydayev (kiri) memprovokasi Zhejiang Club di media sosial setelah insiden tersebut.
Sementara itu, pemain Malaysia Dion Cools dikritik oleh banyak netizen Tiongkok sebagai orang yang tidak tahu berterima kasih dan tidak mendukung karena terlibat dalam perkelahian melawan pemain Tiongkok dari Zhejiang FC. Mereka menyebutkan alasan ibu pemain ini adalah keturunan Tiongkok, dan bahwa Dion Cools awalnya ingin bermain untuk tim Tiongkok, tetapi kemudian memilih tim Malaysia.
Ayah pemain Leon James (Klub Buriram United) mengajukan protes, dengan mengatakan bahwa putranya dan Dion Cools hanya mencoba menghentikan insiden tersebut, tetapi tetap saja diserang oleh pemain Tiongkok, dan menuntut AFC untuk menghukum berat Klub Zhejiang.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)