Pada pagi hari tanggal 15 April, Kota Tam Diep mengadakan konferensi untuk meninjau pekerjaan pencegahan, pengendalian, dan pencarian dan penyelamatan bencana (PCTT & TKCN) tahun 2023 dan menyebarkan tugas untuk tahun 2024. Hadir dalam konferensi tersebut adalah para pemimpin Kota Tam Diep; para pemimpin Komando Militer Provinsi; unit militer yang ditempatkan di kota; dan para pemimpin lingkungan dan komune.
Pada tahun 2023, Kota Tam Diep akan mengalami 5 badai dan 3 depresi tropis, yang terdiri dari 2 badai yang akan berdampak langsung terhadap kota dan 6 gelombang panas. Komite Rakyat Kota telah menginstruksikan departemen-departemen khusus dan Komite Rakyat di tingkat kecamatan dan komune untuk secara berkala memantau tingkat akar rumput, memahami perkembangan cuaca, dan secara efektif melaksanakan prakiraan, peringatan, serta rencana pencegahan dan pengendalian bencana yang telah disetujui.
Untuk membatasi kerusakan akibat bencana alam, pemerintah kota memberikan perhatian khusus pada upaya propaganda, meningkatkan kesadaran dan keterampilan tanggap pihak berwenang di semua tingkatan, serta masyarakat dan komunitas dalam pencegahan dan pengendalian bencana alam. Selain itu, pemerintah kota juga melakukan pekerjaan "4 di lokasi" dengan baik. Cadangan batu dan tanah di lokasi-lokasi penting tanggul, tanggul, dan gorong-gorong yang lemah, serta menandatangani kontrak dengan rumah tangga untuk menyiapkan bambu pancang, karung, dan material yang diperlukan guna secara proaktif menangani situasi ketika banjir melebihi frekuensi rencana tanggul. Pada saat yang sama, pemerintah kota juga melakukan pemantauan dan pemantauan ketat terhadap perkembangan bencana alam; informasi dan pelaporan harus lengkap, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan.
Pada tahun 2024, kota bertujuan untuk secara proaktif mengembangkan rencana untuk mencegah, menanggapi dengan cepat dan mengatasi secara efektif dampak bencana alam; memastikan keselamatan pekerjaan pencegahan dan pengendalian bencana alam; melindungi orang dan harta benda negara dan masyarakat.
Berfokus pada peninjauan dan evaluasi mutu tanggul, bendungan, pekerjaan pencegahan dan pengendalian bencana, pekerjaan irigasi, khususnya mengidentifikasi tanggul-tanggul utama; mengarahkan penyusunan rencana pencegahan dan pengendalian bencana di semua tingkatan dan sektor sesuai motto "4 di lapangan"; memeriksa dan menghimbau persiapan pencegahan dan pengendalian bencana, khususnya pekerjaan "4 di lapangan" mulai dari tingkat kota hingga ke kecamatan, kelurahan, desa, kelompok pemukiman, dan rumah tangga di wilayah berisiko tinggi terdampak bencana alam.
Kembangkan rencana pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan yang spesifik untuk situasi yang mungkin terjadi. Atur kerja PCTT & TKCN secara berkala dengan baik sesuai peraturan, dan bersiaplah untuk merespons bencana alam dengan cepat.
Dalam konferensi tersebut, para delegasi berfokus pada diskusi dan identifikasi area-area utama yang berisiko terkena badai, banjir, dan genangan air sebagai respons terhadap perkembangan bencana alam yang tidak biasa di kota, terutama area-area utama untuk pekerjaan PCTT & TKCN. Pada saat yang sama, para delegasi mengusulkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat dan melengkapi peralatan serta perlengkapan yang diperlukan guna memastikan efektivitas dan keamanan pasukan PCTT & TKCN. Renovasi dan peningkatan area-area utama yang berisiko terkena banjir dan genangan air lokal di kota juga diperlukan.
Pada konferensi tersebut, unit-unit tersebut menandatangani risalah kontrak PCTT & TKCN tahun 2024.
Tien Dat Anh Tuan
Sumber
Komentar (0)