Kecelakaan itu terjadi pada pukul 3:41 sore di sebuah gunung di Kabupaten Buk (barat laut kota), sekitar 230 km dari ibu kota Seoul.
Menurut pemadam kebakaran setempat, kebakaran hutan dimulai pukul 03.12 dini hari di distrik Buk. Dinas kehutanan mengerahkan lima helikopter untuk memadamkan api, termasuk pesawat yang jatuh.
Sebelum helikopter jatuh, sekitar pukul 03.30 dini hari, Kantor Distrik Buk mengirimkan peringatan mendesak kepada warga, meminta mereka untuk menjauh dari daerah pegunungan terdekat dan meminta pendaki untuk sangat berhati-hati.
Helikopter pemadam kebakaran mengambil air dari waduk saat kebakaran hutan melanda wilayah tenggara Korea Selatan. Foto: Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Gyeongsang Utara
Kebakaran diduga bermula di sebuah ladang sebelum menyebar dengan cepat ke lereng bukit, dan pihak berwenang masih menaksir kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran tersebut.
Kecelakaan helikopter ini membuat masyarakat Korea semakin khawatir, karena hanya beberapa minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 Maret, kebakaran hutan besar terjadi di Unhwa-ri (Onyang-eup), menghanguskan lebih dari 930 hektar hutan dan membutuhkan waktu 5 hari untuk dapat dikendalikan sepenuhnya.
Insiden itu juga mengakibatkan jatuhnya helikopter dan pilotnya tewas saat bertugas.
Korea Selatan telah dilanda serangkaian kebakaran hutan dahsyat yang menewaskan sedikitnya 30 orang dan menghancurkan puluhan rumah serta bangunan. Pihak berwenang sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan peringatan risiko kebakaran karena cuaca kering dan angin kencang masih terus berlanjut.
Ngoc Anh (menurut Yonhap, Harian Korea Joongang)
Sumber: https://www.congluan.vn/them-mot-truc-thang-roi-khi-cuu-hoa-o-han-quoc-phi-cong-tu-nan-post341683.html
Komentar (0)