Di wilayah tambak udang di Kelurahan Quynh Mai, sebagian besar masyarakat masih membudidayakan udang di tambak berlapis terpal dengan metode semi-industri. Foto: TP
Pada panen udang baru-baru ini, akibat cuaca ekstrem, penyakit udang telah muncul, yang mengakibatkan kematian massal udang. Foto: TP
Melalui inspeksi, warga menemukan tanda-tanda penyakit, banyak tambak udang mati, dan udang tumbuh buruk. Foto: TP
Banyak rumah tangga terpaksa memanen 1-2 bulan lebih awal ketika udang belum mencapai berat ideal untuk memulihkan modal dan meminimalkan kerusakan. Foto: TP
Udang yang diangkut berukuran kecil, hanya mencapai 200-250 udang/kg, kurang dari setengah berat standar. Foto: TP
Karena udangnya kurang berat, harga jualnya cukup rendah, hanya 60.000 VND/kg, kurang dari 1/3 harga udang standar. Foto: TP
Bapak Ho Van Lanh, seorang petambak udang di kecamatan Quynh Mai, mengatakan: "Panen udang muda tidak hanya mengurangi berat tetapi juga harga jualnya rendah, sehingga pemilik tambak menderita kerugian. Secara total, setiap tambak (0,5 ha) merugi sekitar 20 juta VND. Foto: TP
Para pedagang membeli udang langsung di tambak dan menjualnya di pasar tradisional. Foto: TP
Setelah panen, warga segera membersihkan dasar kolam dan membersihkan sistem terpal serta danau untuk mencegah penyebaran patogen ke tanaman berikutnya. Foto: TP
Tahapan menaburkan kapur untuk disinfeksi merupakan langkah penting dalam proses renovasi kolam. Banyak rumah tangga memanfaatkan terik matahari untuk "mengeringkan kolam", sambil menunggu cuaca yang mendukung untuk mengisi kembali stok ikan. Foto: TP
Untuk area yang belum dipanen, para petani telah meningkatkan perlindungan dan perlindungan tambak udang dalam kondisi cuaca ekstrem. Foto: TP
Pada saat yang sama, tambahkan mineral untuk udang dan jalankan sistem aerasi agar udang tumbuh dan berkembang dengan baik. Foto: TP
Sumber: https://baonghean.vn/thoi-tiet-cuc-doan-nong-dan-nghe-an-thu-hoach-tom-non-go-von-10301868.html
Komentar (0)