Dengan skor total 29,75 (matematika 10; fisika 10 dan kimia 9,75), Trinh Van Hieu, siswa 12A1 di Sekolah Menengah Atas Le Loi, komune Tho Xuan, menjadi siswa terbaik kedua di blok A00 di provinsi Thanh Hoa , dan juara kedua di blok A00 secara nasional dalam ujian kelulusan sekolah menengah atas tahun 2025.
Hieu mengatakan dia tidak terlalu terkejut dengan hasil tersebut, tetapi sangat gembira karena usahanya selama ini membuahkan hasil yang sepadan.

Lulusan terbaik baru ini berencana untuk mempelajari teknologi rekayasa (Foto: Karakter disediakan).
"Ketika tiba waktunya untuk memeriksa nilai, ibu saya gemetar dan khawatir, sehingga tidak berani memeriksanya. Akhirnya, ia pergi ke rumah tetangga untuk berbicara. Ketika saya tahu bahwa saya adalah lulusan terbaik provinsi dan lulusan terbaik seluruh negeri, saya berlari untuk memberi tahu ibu saya kabar tersebut. Ibu memeluk saya, memberi selamat, lalu menelepon ayah saya untuk menyampaikan kabar tersebut," kata Hieu.
Hieu lahir dalam keluarga dengan ayah seorang penjaga perbatasan dan ibu seorang pustakawan di sekolah dasar. Sejak kecil, ia dilatih untuk mandiri dan gigih.
Sejak masuk sekolah menengah, Hieu telah menunjukkan kecintaan dan bakatnya pada matematika. Ia memenangkan juara pertama dalam kompetisi matematika tingkat kabupaten di kelas 8 dan juara ketiga dalam kompetisi matematika tingkat provinsi Thanh Hoa di kelas 9.
Di sekolah menengah atas, Hieu terus bergabung dengan tim matematika Sekolah Menengah Atas Le Loi dan memenangkan hadiah kedua di tingkat provinsi pada tahun ajaran 2024-2025.

Hieu memiliki minat terhadap matematika (Foto: Hanh Linh).
Hieu mengatakan bahwa di luar jam sekolah, ia gemar bermain bulu tangkis dan bersepeda. Di sore hari, ia sering bersepeda sendirian di sepanjang ladang dan menyusuri jalan-jalan desa yang familiar untuk bersantai.
Berbagi rahasia belajarnya, Hieu mengatakan ia tidak memiliki metode khusus, hanya berusaha memahami ilmu di kelas, mendengarkan ceramah guru dengan saksama, dan belajar di rumah. Selain itu, ia juga rutin menggunakan AI (kecerdasan buatan) untuk mencari teori dan menemukan dokumen daring guna mengkonsolidasikan pengetahuannya.
Hieu mengatakan bahwa sepanjang tahun ajaran, ia fokus mempelajari setiap mata pelajaran secara saksama, dan baru pada minggu terakhir sebelum ujian ia mulai mengerjakan sekitar 10 soal matematika. Untuk fisika dan kimia, ia terutama meninjau teori dan berlatih soal-soal ilustrasi.
Dengan hasil ujian terbaru, Hieu berencana untuk mendaftar ke Universitas Sains dan Teknologi Hanoi dan Akademi Teknologi Pos dan Telekomunikasi, dengan harapan menjadi insinyur teknologi di masa depan.
Bapak Trinh Xuan Hung (47 tahun, ayah Hieu) mengatakan bahwa ketika ia menerima kabar bahwa putranya menjadi lulusan terbaik dan diberi cuti oleh unitnya, ia menempuh perjalanan lebih dari 150 km pulang untuk merayakannya bersama putranya.
"Saya sangat bangga dengan putra saya. Saya harap dia akan tetap semangat belajar, rendah hati, mandiri, dan terus berprestasi," ujar Bapak Hung penuh emosi.

Pak Hung dan istrinya bangga karena putra mereka penurut dan rajin belajar (Foto: Hanh Linh).
Bapak Le Van Sau, Wakil Kepala Sekolah SMA Le Loi, mengatakan bahwa sekolah sangat bangga dengan hasil ujian Trinh Van Hieu. Ini bukan pertama kalinya sekolah memiliki seorang lulusan terbaik, tetapi prestasi siswa putra tersebut merupakan sumber inspirasi, yang "memicu" generasi-generasi siswa SMA Le Loi untuk terus berjuang meraih prestasi dalam studi mereka.
"Di depan ada perjalanan baru, di mana kalian harus meninggalkan keluarga, guru, dan teman-teman untuk kuliah. Saya harap kalian selalu menjaga semangat belajar, mandiri, dan segera mewujudkan impian kalian menjadi insinyur teknologi," ungkap Bapak Sau.
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/thu-khoa-a00-tinh-thanh-hoa-dung-ai-de-tra-cuu-ly-thuyet-20250719152223475.htm
Komentar (0)