Pemerintah dan Kementerian Keuangan dituntut untuk terus meningkatkan pemeriksaan dan pengawasan terhadap operasional perusahaan perasuransian.
Pasar asuransi, terutama jalur bancassurance, telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi terdapat banyak aspek negatif. Misalnya, bank memaksa peminjam untuk membeli asuransi atau menyamakan produk ini dengan tabungan.
Dalam Resolusi tentang kegiatan pemeriksaan pada sidang ke-31, Komite Tetap Majelis Nasional meminta Pemerintah, Perdana Menteri, dan Kementerian Keuangan untuk terus meningkatkan inspeksi dan pengawasan terhadap kegiatan perusahaan asuransi. Pelanggaran wajib ditangani secara ketat.
Tahun ini, Kementerian Keuangan akan memeriksa enam perusahaan asuransi, termasuk dua perusahaan yang menjual produk asuransi terkait investasi dengan bank. Sebelumnya, 10 perusahaan asuransi jiwa yang menjual produk terkait investasi telah diperiksa dalam dua tahun terakhir.
Di samping pemeriksaan, Badan Tetap DPR meminta Pemerintah untuk memiliki solusi menyeluruh guna mengembangkan dan mendiversifikasi saluran distribusi asuransi agar mudah diakses oleh nasabah, khususnya nasabah berpendapatan rendah.
Perusahaan asuransi harus mempublikasikan dan bersikap transparan tentang produk dan perusahaan asuransi mereka, serta meningkatkan kualitas konsultasi mereka. Pada saat yang sama, mereka harus mematuhi peraturan secara ketat dan tidak boleh memaksakan pembelian asuransi dalam bentuk apa pun, terutama menjual asuransi dengan produk perbankan.
Komite Tetap Majelis Nasional juga meminta Pemerintah untuk melengkapi kerangka hukum di bidang lotere, taruhan, kasino, dan permainan untung-untungan . Badan tersebut harus menyelesaikan amandemen Peraturan Pemerintah Nomor 06/2017 tentang usaha taruhan pada pacuan kuda, pacuan anjing, dan sepak bola internasional pada tahun 2025.
Pasar lotere perlu direstrukturisasi menuju modernitas, transparansi, dan peningkatan penerapan teknologi informasi. Pendapatan dari kegiatan ini digunakan untuk investasi dan pembangunan, dengan fokus pada bidang kesehatan, pendidikan, dan jaminan sosial.
Selain itu, Kantor Perdagangan Majelis Nasional meminta Pemerintah dan sektor keuangan untuk menyesuaikan harga layanan publik sesuai dengan peta jalan untuk barang-barang yang dikelola Negara berdasarkan penilaian dan perhitungan yang cermat untuk menghindari gangguan besar pada tingkat harga.
Badan-badan ini harus secara proaktif memperkirakan dan memiliki rencana untuk memastikan keseimbangan pasokan dan permintaan barang-barang penting seperti bensin, bahan bangunan, makanan, daging babi, dan makanan segar. "Jangan biarkan kekurangan atau gangguan pasokan yang menyebabkan kenaikan harga secara tiba-tiba," demikian pernyataan Resolusi tersebut.
Phuong Dung
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)