Polisi Swedia mengumumkan pada tanggal 3 Agustus bahwa bentrokan besar terjadi di Festival Eritrea-Skandinavia, sebuah acara yang mendukung pemerintah Swedia, di pinggiran ibu kota Stockholm.
Polisi Swedia dan pengunjuk rasa bentrok di Festival Eritrea-Skandinavia. |
"Kerumunan berkumpul di dekat lokasi kejadian, yang kemudian meningkat menjadi kerusuhan yang disertai kekerasan," demikian pernyataan polisi. Polisi berada di lokasi kejadian dan "terus berupaya menangani aktivitas kriminal dan memulihkan ketertiban," demikian pernyataan tersebut.
Sementara itu, surat kabar Expressen melaporkan bahwa sekitar 1.000 pengunjuk rasa anti-pemerintah menerobos garis polisi dan menyerbu lokasi. Mereka merusak tenda, menyerang polisi dengan pasak, dan melempari mereka dengan batu.
Polisi mengatakan setidaknya 52 orang terluka dan puluhan orang ditahan dalam bentrokan tersebut. Rekaman udara menunjukkan beberapa kendaraan dan setidaknya 10 tenda terbakar, menyebabkan kepulan asap membumbung tinggi ke langit.
Festival Tradisional Eritrea-Skandinavia menarik banyak akademisi. Penyelenggara juga menyelenggarakan banyak diskusi dan debat tentang isu-isu terkini.
Menurut VNA
Bentrokan, polisi, pengunjuk rasa, Swedia, Festival Skandinavia Eritrea
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)